RADAR BOGOR - Kehadiran Wuling Cortez Darion di panggung otomotif Indonesia baru-baru ini sukses mencuri perhatian banyak pihak, terutama para pecinta kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) premium.
Wuling Cortez Darion menawarkan paket yang luar biasa menggiurkan, menggabungkan kemewahan ruang lega dengan teknologi elektrifikasi, namun dengan harga yang kompetitif. Ini benar-benar menjadi gebrakan yang tak terduga dari Wuling di segmen MPV besar.
Dalam sebuah ulasan kesan pertama yang dilakukan oleh pengulas otomotif ternama, Ridwan Hanif, di ajang pameran otomotif, mobil Wuling Cortez Darion ini diklaim memiliki proporsi yang sangat masif.
Walaupun datang dari pabrikan Tiongkok, Wuling Cortez Darion menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan kendaraan yang secara fisik menyaingi MPV-MPV Jepang yang sudah mapan, terutama dari segi ukuran bodi. Ulasan ini menjadi tolok ukur awal bagi calon konsumen.
Secara spesifikasi dimensi, Cortez Darion tercatat memiliki panjang hampir lima meter, tepatnya 4,91 meter, dan lebar mencapai 1,87 meter.
Angka-angka ini membuat kendaraan tersebut layak disandingkan dengan Toyota Alphard generasi ketiga, sebuah benchmark kemewahan dan kelapangan dalam kelas MPV di Indonesia.
Kelapangan ini menjanjikan kenyamanan optimal bagi seluruh tujuh penumpang di dalamnya.
Namun, yang paling mengejutkan dari ulasan ini adalah strategi penetapan harga yang diusung oleh Wuling untuk Cortez Darion.
Untuk varian listrik murni (EV) tipe terendah, mobil ini dibanderol mulai dari Rp359 juta, sementara tipe tertingginya dipatok pada angka Rp419 juta.
Harga yang sangat terjangkau ini jelas merupakan ancaman serius yang dapat mendisrupsi pasar MPV premium yang selama ini didominasi oleh merek lain.
Beralih ke sektor performa, Cortez Darion versi EV ditenagai oleh baterai besar berkapasitas 69,2 kWh, hampir mencapai 70 kWh, yang merupakan angka impresif di segmen ini.
Kombinasi baterai tersebut menghasilkan tenaga sebesar 201 horsepower (HP) yang disalurkan ke roda depan.
Tenaga yang cukup besar ini memastikan mobil dapat memberikan akselerasi yang responsif, melebihi ekspektasi standar sebuah MPV keluarga.
Dengan kapasitas baterai yang signifikan, mobil ini mampu menawarkan jarak tempuh yang sangat meyakinkan.
Berdasarkan standar pengujian CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle), Cortez Darion diklaim sanggup menempuh hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Jika dikonversi ke standar WLTP yang lebih realistis, jarak tempuhnya diperkirakan masih berada di kisaran 480 hingga 490 kilometer, menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan luar kota.
Selain varian EV, Wuling juga menyediakan opsi mesin Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) dengan jantung pacu bensin 1500cc Naturally Aspirated (NA).
Keunggulan dari PHEV ini terletak pada fleksibilitasnya, di mana mobil dapat berjalan sejauh 125 kilometer murni menggunakan tenaga listrik tanpa bantuan mesin bensin.
Varian ini cocok bagi mereka yang masih memiliki kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya di Indonesia.
Menariknya, Wuling Cortez Darion versi PHEV justru dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan versi listrik murni, bahkan menyentuh angka hampir Rp500 juta untuk tipe teratasnya.
Perbedaan harga yang mencolok ini dijelaskan karena adanya perbedaan skema pajak, di mana mobil listrik murni (EV) mendapatkan insentif PPNBM dan PPN yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan kendaraan hybrid atau plug-in hybrid.
Dari sisi tampilan eksterior, terdapat perbedaan signifikan pada bagian wajah antara model EV dan PHEV.
Varian EV mengadopsi grille yang lebih minimalis dan futuristik, sesuai dengan karakter kendaraan listrik yang tidak membutuhkan banyak ventilasi.
Sementara itu, varian PHEV memiliki grille yang lebih besar dan terbuka untuk memenuhi kebutuhan asupan udara mesin pembakaran internalnya.
Masuk ke interior, titik fokus kemewahan Cortez Darion berada pada baris kedua, yang telah dilengkapi dengan captain seat yang sangat lega.
Secara mengejutkan, kursi ini sudah menggunakan pengaturan elektrik untuk fungsi sliding (maju-mundur) dan reclining (merebahkan).
Fitur sliding elektrik pada baris kedua ini merupakan kemewahan yang biasanya hanya ditemukan pada MPV kelas atas dengan harga jauh di atas Cortez Darion.
Area kokpit pengemudi juga didukung oleh sejumlah fitur canggih, seperti wireless charging 50 Watt yang dilengkapi kipas pendingin, menunjukkan perhatian Wuling pada detail. Sistem multimedia-nya telah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay secara wireless.
Namun, perlu dicatat bahwa fitur ventilasi pendingin kursi (cooling seat) hanya tersedia pada kursi captain seat baris kedua, bukan untuk pengemudi dan penumpang depan.
Aspek kepraktisan juga patut diacungi jempol, terutama pada area bagasi belakang. Cortez Darion menawarkan ruang bagasi yang sangat besar dan dalam, meskipun ulasan mencatat bahwa pelipatan kursi baris ketiga belum rata lantai seperti yang dijumpai pada beberapa kompetitor Jepang.
Kendati demikian, kursi baris ketiga masih bisa direbahkan, memberikan kenyamanan ekstra untuk penumpang di paling belakang.
Secara keseluruhan, Wuling Cortez Darion dinilai menawarkan value for money yang sulit ditandingi, memadukan dimensi, tenaga, jarak tempuh, dan fitur mewah pada baris kedua, semua dengan harga yang sangat menggiurkan.
Meskipun versi terendah memiliki kekurangan minor seperti absennya pintu geser otomatis dan fitur ADAS, kenyamanan dan kelapangan yang ditawarkan menjadikan mobil ini sebagai opsi yang patut diperhitungkan dan bahkan sangat direkomendasikan. (Arif/BSI)
Editor : Yosep Awaludin