RADAR BOGOR - Balapan seri kedua musim Formula One 2026 akan berlangsung di China melalui ajang 2026 Chinese Grand Prix yang digelar di Shanghai International Circuit.
Balapan ini menjadi salah satu seri yang selalu menarik perhatian karena karakteristik sirkuitnya yang unik serta sejarah panjang persaingan para pembalap di lintasan tersebut.
Akhir pekan balapan di Shanghai kali ini juga menggunakan format Sprint, sehingga jadwal berlangsung lebih padat dibandingkan seri reguler.
Para pembalap akan memulai dengan sesi latihan dan Sprint Qualifying pada Jumat, dilanjutkan Sprint Race serta kualifikasi utama pada Sabtu, sebelum akhirnya menjalani balapan utama Grand Prix pada Minggu.
Shanghai International Circuit dikenal sebagai salah satu sirkuit paling unik di kalender Formula 1. Desain lintasan ini dibuat menyerupai karakter Mandarin “上” yang berarti “naik” atau “ke atas”.
Trek sepanjang sekitar 5,4 kilometer tersebut memiliki total 56 lap dengan kombinasi tikungan cepat, tikungan teknis, serta lintasan lurus panjang yang sering menjadi titik aksi salip-menyalip.
Salah satu bagian paling ikonik dari sirkuit ini adalah tikungan pertama yang terkenal panjang dan berputar hampir 360 derajat.
Tikungan tersebut membuat pembalap harus menjaga keseimbangan mobil sejak masuk hingga keluar tikungan, sekaligus menjadi salah satu tantangan teknis terbesar di Shanghai.
Dalam sejarah balapan di Shanghai, nama Lewis Hamilton tercatat sebagai pembalap paling sukses. Juara dunia tujuh kali tersebut memegang rekor kemenangan terbanyak di Grand Prix China dengan enam kemenangan. Ia juga memegang rekor pole position terbanyak di sirkuit tersebut dengan jumlah yang sama.
Selain itu, rekor lap tercepat resmi di Shanghai masih bertahan sejak tahun 2004. Rekor tersebut dicetak oleh legenda Formula 1 Michael Schumacher dengan catatan waktu 1 menit 32,238 detik. Hingga kini, catatan tersebut masih menjadi salah satu rekor tertua yang belum terpecahkan di kalender F1.
Lintasan Shanghai juga dikenal sebagai trek yang cukup ramah untuk aksi overtaking. Pada balapan musim sebelumnya bahkan tercatat sekitar 90 manuver salip-menyalip sepanjang lomba, terutama di lintasan lurus panjang yang menjadi zona DRS utama.
Faktor strategi juga sering memainkan peran besar dalam hasil balapan di Shanghai. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pit stop relatif mahal, dengan total waktu yang hilang sekitar 23 detik termasuk proses pergantian ban. Karena itu, tim harus berhitung dengan cermat dalam menentukan waktu masuk pit.
Selain strategi pit stop, peluang munculnya Safety Car juga cukup tinggi di sirkuit ini. Data balapan sebelumnya menunjukkan kemungkinan Safety Car maupun Virtual Safety Car masing-masing berada di kisaran 50 persen, yang berarti jalannya balapan bisa berubah secara drastis dalam waktu singkat.
Grand Prix China sendiri pertama kali masuk kalender Formula 1 pada tahun 2004. Sejak saat itu, balapan di Shanghai kerap menghadirkan momen dramatis yang memengaruhi perebutan gelar juara dunia.
Dengan kombinasi sejarah panjang, desain sirkuit yang unik, serta peluang strategi yang kompleks, ajang 2026 Chinese Grand Prix diperkirakan kembali menghadirkan persaingan sengit di lintasan. Para penggemar balap dunia pun menantikan apakah rekor lama akan bertahan, atau justru lahir cerita baru di Shanghai musim ini.***
Editor : Asep Suhendar