Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Coding Camp DBS–Dicoding Perdana Digelar Luring di SMK Wikrama Bogor, Latih Skill Digital hingga Soft Skills

F
Penulis: Fikri Rahmat Utama❯
Pelajar SMK Wikrama di Jalan Raya Tajur Kota Bogor mengikuti Coding Camp Workshop yang diadakan oleh DBS Foundation, Selasa, 28 April 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Pelajar SMK Wikrama di Jalan Raya Tajur Kota Bogor mengikuti Coding Camp Workshop yang diadakan oleh DBS Foundation, Selasa, 28 April 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)

Advertisement

RADAR BOGOR – SMK Wikrama Kota Bogor menjadi lokasi perdana kegiatan luring Coding Camp powered by DBS Foundation yang digagas bersama Dicoding Indonesia, Selasa, 28 April 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mencetak talenta digital yang siap bersaing di tengah tingginya kebutuhan industri teknologi di Indonesia.

Program Coding Camp sendiri telah berjalan sejak 2023 dan terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di seluruh Indonesia. Selama dua tahun terakhir, program ini menargetkan jangkauan hingga 130 ribu penerima manfaat.

Perwakilan DBS Foundation, Nazla Mariza, menjelaskan Coding Camp difokuskan pada pengembangan keterampilan digital seperti coding, kecerdasan buatan (AI), data science, hingga full-stack web development. Selain itu, peserta juga dibekali literasi keuangan dan kemampuan non-teknis.

“Komitmen kami bersama Dicoding adalah melakukan upskilling dan membuka peluang kerja bagi generasi muda. Saat ini sektor digital memiliki permintaan tenaga kerja yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat dua level pembelajaran dalam program tersebut, yakni kelas progressive yang terbuka untuk umum dan kelas intensive yang lebih spesifik serta teknis. Untuk kelas intensif, kuota yang disediakan sebanyak 3.000 peserta per tahun.

Advertisement

“Dari total 130 ribu peserta, hanya 6.000 orang terbaik yang bisa mengikuti kelas intensif dalam dua tahun terakhir. Program ini memang cukup kompetitif,” jelasnya.

Kegiatan di SMK Wikrama Bogor menjadi momen spesial karena merupakan pelaksanaan luring pertama sejak program ini berjalan. Sebelumnya, seluruh rangkaian pelatihan dilakukan secara daring untuk menjangkau peserta di berbagai daerah.

CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, mengatakan pemilihan SMK Wikrama bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut dinilai memiliki kontribusi terbesar dalam jumlah pendaftar Coding Camp sekaligus tingkat kelulusan tertinggi secara nasional.

“Selama dua tahun terakhir, SMK Wikrama menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan rasio kelulusan paling tinggi. Lulusannya juga banyak yang langsung diserap industri,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan luring ini, peserta diperlihatkan berbagai materi yang biasanya diberikan secara daring, mulai dari teknologi machine learning, literasi finansial, hingga soft skill. Menurut Narendra, kemampuan non-teknis menjadi faktor penting dalam dunia kerja.

Advertisement
Editor : Eka Rahmawati
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lapangan GOR Luar Rusak Diduga Usai Konser, Ini Kata Kepala Dispora Kota Bogor

Lapangan GOR Luar Rusak Diduga Usai Konser, Ini Kata Kepala Dispora Kota Bogor

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menyampaikan terkait kabar lapangan GOR luar Pajajaran yang rusak.

Orang Tua Ungkap Detik-Detik Siswa di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG

Orang Tua Ungkap Detik-Detik Siswa di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG

Inilah pengakuan orang tua salah satu siswa yang menjadi korban dugaan keracunan usai menyantap menu MBG di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Ibu dan Anak Warga Megamendung Bogor Meninggal di Madiun, AMBS Minta Pelaku Dihukum Berat

Ibu dan Anak Warga Megamendung Bogor Meninggal di Madiun, AMBS Minta Pelaku Dihukum Berat

Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) menyoroti kasus ibu dan anak warga Megamendung yang meninggal di Madiun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer