RADAR BOGOR, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan terobosan dalam pengelolaan limbah peternakan melalui Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi di Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Tim KKNT Inovasi IPB University di Desa Cibodas, yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu seperti Kehutanan, Peternakan, Kedokteran Hewan, dan Ekonomi Manajemen, bekerja sama dengan warga desa untuk mengatasi masalah limbah peternakan di Desa Cibodas.
Peternakan menjadi salah satu potensi besar dari desa ini, namun juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan.
Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari air dan tanah, serta menimbulkan bau tidak sedap.
Program ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan di Desa Cibodas, yaitu belum maksimalnya pemanfaatan limbah atau kotoran peternakan.
Sekretaris Desa Cibodas, Adam menjelaskan, kotoran dari peternakan ini masih menjadi suatu permasalahan, dimana para peternak kebanyakan membuang kotoran tersebut ke aliran sungai.
Ketua RW setempat, Enjang menambahkan, semua kotoran ternak, terutama ternak sapi, langsung dialirkan ke sungai dan itu berdampak pada penurunan hasil pertanian di Desa Cibodas.
Dalam rangka mengatasi masalah ini, Tim KKNT Inovasi IPB melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Salah satu solusi yang diterapkan adalah pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair. Ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi serta ramah lingkungan.
Pupuk organik yang terbuat dari kotoran sapi, arang sekam, EM4, dan molase ini memiliki banyak keunggulan.
Kotoran sapi dapat menyediakan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang esensial untuk pertumbuhan tanaman, sementara EM4 (Effective Microorganisms) mempercepat dekomposisi bahan organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan menekan patogen berbahaya.
Arang sekam meningkatkan struktur tanah, retensi air, dan aerasi, serta kapasitas tukar kation.
Molase, yang mengandung gula dapat menjadi sumber energi bagi mikroorganisme dan meningkatkan aktivitas mikroba di tanah.
Kombinasi dari bahan tersebut mampu mendukung kehidupan mikroba tanah dan meningkatkan aktivitas biologis tanah, yang berdampak pada peningkatan kualitas tanah.
Struktur dan kemampuan penyerapan air, serta mengurangi erosi, sehingga cocok untuk berbagai jenis tanaman dan dapat meningkatkan hasil panen serta kualitas produk pertanian.
Bahan-bahan yang mudah didapatkan dan cara pengolahan yang mudah ini dapat menjadi suatu keuntungan untuk mengolah limbah peternakan menjadi salah satu produk yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Mahasiswa Tim KKNT Inovasi IPB, Fajar mengatakan, program ini tidak hanya membantu mengurangi masalah limbah di lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pertanian dan ekonomi masyarakat setempat.
"Program ini menunjukkan hasil yang positif. Pupuk organik yang dihasilkan telah digunakan petani setempat. Masyarakat mulai menyadari pentingnya pengelolaan limbah ternak serta menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan program ini secara mandiri," terangnya.
Salah satu peternak di Desa Cibodas, Hendi mengatakan, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi para peternak di desanya.
"Sosialisasi ini membantu para peternak untuk merubah cara pandang yang awalnya hanya melihat kotoran ternak hanya sabagai limbah, kini bisa melihatnya sebagai suatu hal yang bisa menambah penghasilan sehari-hari," paparnya.
Sementara itu, Idom, salah satu petani setempat menambahkan, ilmu dan produk pupuk organik yang mereka terima dari program ini memberikan harapan.
Dengan proses pembuatan yang mudah dan murah, mereka berharap pupuk organik ini mampu menggantikan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin hari semakin mahal dan ternyata juga berbahaya bagi lingkungan.
Warga lainnya Fajar menambahkan, melihat antusiasme warga, mereka bertekad untuk tidak berhenti sampai disini.
"Kami akan terus melakukan edukasi, seperti demonstrasi pembuatan pupuk organik, mineral blok, dan juga silase guna membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan kualitas ternak dan hasil pertanian,” ujarnya.
Program ini telah membuktikan bahwa dengan edukasi dan inovasi, permasalahan lingkungan dapat diatasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah yang dilakukan mahasiswa IPB University ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola limbah peternakan secara efektif dan berkelanjutan.(*)
Editor : Alpin.