RADAR BOGOR - Pemkot Bogor, melalui Dinas Pendidikan saat ini tengah membangun dua gedung SMP baru, yang berlokasi di Kelurahan Cimahpar dan Baranangsiang.
Diketahui dua lokasi yang saat ini sedang berlangsung pembangunan dua SMP baru itu, semula adalah bangunan SDN Cimahpar 3 dan SD Duta Pakuan.
Karena ada pembangunan SMP baru di dua SD tersebut, Dinas Pendidikan memindahkan sementara aktifitas pembelajaran siswa di lokasi SD terdekat, misalnya SDN Cimahpar 3, yang diindukan sementara di SDN Cimahpar 5.
Namun, penggabungan dua SD tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, mengenai efektifitas pembelajaran yang terjadi selama proses penggabungan tersebut berlangsung.
Kepala SDN Cimahpar 5, Titin Sutini, mengatakan penggabungan dua SD tersebut sejauh ini masih berjalan dengan efektif, dan proses pembelajaran masih berjalan seperti pada umumnya.
Hany, kata Titin pihaknya harus mengalah dengan merubah skema pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran beberapa siswanya dipindahkan ke siang hari.
“Yang pindah kesinikan siswa SDN Cimahpar kelas 1 dan 2, akhirnya siswa SDN Cimahpar 5, kelas 3 sampai 5 harus pindah belajarnya di siang hari, mulai dari jam 12 sampe pembelajaran selesai,” tuturnya pada Radar Bogor.
Skema pembelajaran itu harus diambil, lantaran ruang kelas di SDN Cimahpar 5 sendiri memang masih minim, dan hanya ada 5 ruang kelas.
Sehingga, lanjut Titin ruang guru yang disediakan oleh pihaknya, untuk menampung guru guru dari SDN Cimahpar 3 itu ditempatkan di musala SDN Cimahpar 5.
“Tapi alhamdulillah hubungan kami dengan pihak SDN Cimahpar 3, terkhusus guru-gurunya yang ada di sini itu berjalan baik ko, alhamdulillah,” jelasnya.
Terbukti, kata Titin apabila siswa dari SDN Cimahpar 3 sedang ada mata pelajaran olahraga, pihaknya menyediakan hal hal yang dibutuhkan, misalnya sound system atau alat alat olahraga lainnya.
“Misalnya upacara juga, kita bareng bareng aja, cuma ya memang keadaan lokasinya segini adanya mau gimana lagi, tidak terlalu luas,” jelasnya.
Namun secara umum, Kepala SDN Cimahpar 5 itu mengaku pihaknya sangat mendukung penuh dengan adanya dua pembangunan gedung SMP baru, terlebih yang berlolasi di Cimahpar.
Sebab menurutnya, saat PPDB kemarin beberapa muridnya ada yang tertolak karena jalur zonasi, sehingga nanti, Titin berharap dengan adanya pembanguna SMP tersebut siswa siswanya itu bisa masuk ke SMP baru tersebut.
“Terimaksih kepada kepada Disdik Kota Bogor sudah membangun SMP di Kelurahan Cimahpar, mudah mudahan dengan adanya SMP disini anak anak lulusan kami bisa mudah untuk masuk negri, karena selama ini terbentur dengan zonasi,” ujarnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin