RADAR BOGOR - Rendahnya jumlah pendaftar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bogor ternyata disebabkan oleh panjangnya masa pendaftaran di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Pengamat pendidikan, Rais Hidayat menyebut kondisi ini membuat banyak calon mahasiswa baru (CMB) masih memperjuangakan dirinya untuk masuk ke PTN dan belum ingin mendaftar ke perguruan tinggi swasta.
“Rata-rata CMB ingin mencoba masuk ke PTN dulu. Terlebih waktu pendaftarannya sekarang cukup panjang sampai pertengahan bulan Juli. Makanya perguruan tinggi swasta harap-harap cemas karena CMB-nya masih kurang,” ujarnya kepada Radar Bogor Minggu 13 Juli 2025.
Ia memberi contoh Universitas Indonesia yang masih membuka seleksi hingga 17 Juli 2025. Kemudian Universitas Gajah Mada (UGM) yang masih membuka seleksi di tanggal 19 Juli 2025.
Rais memprediksi pergurutan tinggi swasta baru akan bernafas lega setelah proses selsksi di PTN selesai. Sekira di akhir Juli 2025.
Jika hingga Agustus 2025 jumlah CMB di PTS masih minim baru dirinya menilai perlu ada evaluasi pada perguruan tinggi tersebut.
“Sekarang PTN juga banyak menampung CMB. Jika swasta tak memiliki reputasi yang baik dan unggul maka akan susah bersaing dengan PTN. Karena pilihan pertama CMB itu PTN,” ujarnya.
Ia menampik minimnya jumlah pendaftar di perguruan tinggi swasta yakni karena alasan ekonomi. Sebab berdasarkan pengamatannya ekonomi masyarakat masih dalam tingkatan baik.
“Mall masih penuh, kemudian jalanan macet. Saya kira ekonomi belum jadi petunjuk CBM tidak berminat ke swasta,” ucapnya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin