RADAR BOGOR — Dosen, mahasiswa, dan KWT Asri didukung oleh program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB bersinergi membuat edible garden atau taman yang berisi tanaman-tanaman pangan sayuran dan aromatik.
Salah satu bentuk sinergi pembangunan edible garden atau taman pangan produktif tersebut dikembangkan di kawasan Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor.
Dosen yang juga Ketua Departemen Arsitektur Lanskap IPB University Akhmad Arifin Hadi menyampaikan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan bersama antara dosen, mahasiswa, dan KWT Asri serta didukung program Dosen Pulang Kampung IPB dengan membuat edible garden atau taman yang berisi tanaman-tanaman pangan sayuran dan aromatik.
"Edible garden ini diharapkan dapat menjadi contoh taman ketahanan pangan yang tidak hanya mempercantik lingkungan tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan masrayakat secara mandiri," ujar Akhmad Arifin Hadi.
Pada 5 Juli 2025 lalu, tim pengabdian melakukan kegiatan survei tapak secara langsung di lokasi dan menjadi tahapan awal proses desain taman yang tujuannya untuk mengumpulkan data awal mengenai kondisi fisik serta sosial.
"Dalam kegiatan survei tapak tersebut diterbangkan drone untuk memperoleh data 3 dimensi muka lahan dari lahan KWT Asri yang nantinya akan menjadi lokasi pembangunan edible garden," jelas Akhmad Arifin Hadi.
Ia memaparkan drone merupakan pesawat tanpa awak yang memiliki sensor dan kamera sehingga dapat merekam data muka lahan untuk kemudian diolah menjadi model 3D lahan. Drone yang diterbangkan dalam survei tapak ini merekam data image lahan, posisi geografis, waktu, ketinggian dan jarak terhadap permukaan bumi.
"Data drone tersebut kemudian diolah secara photogrammetry untuk diidentifikasi permukaan lahan, hasil dari survei ini adalah 3D permukaan lahan yang menjadi model awal dalam pembuatan desain lanskap 3 dimensi," ungkapnya.
Akhmad Arifin Hadi mengatakan manfaat dari survei tapak menggunakan drone adalah tersedianya data yang akurat dan aktual mengenai muka lahan, sehingga pembuatan desain lanskap edible garden menjadi lebih presisi.
Sedangkan manfaat bagi mahasiswa yakni dapat belajar langsung mengenai penggunaan drone dalam survei lanskap untuk memperoleh data yang aktual dan akurat mengenai lanskap eksisting.
"Melalui kegiatan ini, edible garden yang dirancang nantinya dapat applicable dan mudah dilaksanakan pembangunannya, tentunya desain edible garden yang baik dapat menghasilkan edible garden yang bermanfaat dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan," papar Akhmad Arifin Hadi.
Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam pengembangan ketahanan pangan lokal juga diharapkan semakin meningkat.
Editor : Eka Rahmawati