RADAR BOGOR — Laut biru yang membentang dan perbukitan terasering jeruk menjadi latar semangat para mahasiswa Indonesia dan Jepang yang mengikuti SUIJI Service Learning Program (SUIJI-SLP) 2025 di Akehama.
Program lintas negara ini menghadirkan pengalaman unik, tinggal bersama masyarakat desa pesisir di Jepang, menyatu dengan budaya lokal, sekaligus berkontribusi lewat kerja nyata.
Akehama merupakan wilayah di Kota Seiyo, Prefektur Ehime Jepang, yang terkenal dengan bentang alam pesisir, lahan jeruk (mikan) di lereng bukit, serta Akehama Seaside Sun Park.
Perpaduan antara laut dan pertanian membuat Akehama tidak hanya menyajikan pemandangan yang indah, tetapi juga terdapat makna dibalik aktivitas yang dilakukan.
Ishigaki misalnya, pembangunan tembok batu ini tidak hanya sekedar memberikan fungsi struktural, tetapi ia juga mampu memantulkan cahaya matahari sehingga mempengaruhi pertumbuhan jeruk menjadi lebih manis dan berkualitas.
Selama program, para peserta menjalani berbagai kegiatan yang erat kaitannya dengan kehidupan warga sehari-hari.
Di antaranya adalah stone wall repairing (ishigaki) untuk menjaga kestabilan lahan jeruk, membersihkan jalan pertanian, hingga menjelajahi desa dengan e-bike sambil menikmati panorama laut.
Selain itu, mereka juga mencoba basket fishing, pembuatan selai jeruk, pembuatan aksesoris dari mutiara, serta memberi pakan.
Kegiatan memasak makanan khas Jepang seperti satsuma-soup dan hyuga-rice juga menjadi momen pertukaran budaya yang mempererat hubungan mahasiswa dengan warga lokal.
Fariz, mahasiswa dari IPB University, menceritakan pengalamannya. “Saya belajar banyak hal dari SUIJI ini, mulai dari cultural exchange, mulai dari berbagai macam hal seperti makanan, tempat, dan lain sebagainya,” ujarnya, Kamis 28 Agustus 2025.
Sementara itu, Kasamatsu Sensei, dosen pendamping dari Jepang. “Mahasiswa yang baru pertama kali bertemu bisa tinggal bersama. Menurut saya itu pengalaman menantang yang luar biasa. Saya berharap mereka dapat memanfaatkan pengalaman ini di masa depan,” ujarnya, Kamis 28 Agustus 2025.
Program ini membuktikan bahwa belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Mahasiswa menemukan pelajaran di kebun jeruk, tepi laut, bahkan saat makan bersama penduduk lokal.
Semangat kebersamaan lintas negara, gotong royong, serta penghargaan terhadap kearifan lokal menjadikan SUIJI-SLP 2025 sebagai pengalaman berharga yang tak terlupakan. (***)
Ditulis oleh: Kalisha Nayli Gumilar
Editor : Yosep Awaludin