Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SDN Duta Pakuan Kota Bogor Resmi Beroperasi, Pemkot Targetkan Rasio Sekolah Lebih Merata Tiap Wilayah

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 11 Desember 2025 | 11:16 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat meresmikan SDN Duta Pakuan.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat meresmikan SDN Duta Pakuan.

RADAR BOGOR – SDN Duta Pakuan resmi beroperasi setelah diresmikan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Kamis 11 Desember 2025.

Peresmian SDN Duta Pakuan ini menandai langkah lanjutan Pemkot Bogor dalam pemerataan akses pendidikan dan penyediaan sarana-prasarana yang lebih merata di setiap wilayah.

Dedie menegaskan, pembangunan sekolah baru termasuk SDN Duta Pakuan ini menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah penduduk di kawasan padat.

Rasio jumlah dan sebaran sekolah harus betul-betul memadai dan menjangkau masyarakat luas.

"Hari ini fasilitasnya luar biasa di SDN Duta Pakuan, dan ini bisa menjadi percontohan ke depan,” ujar Dedie.

Dia pun meminta agar gedung baru dijaga dengan baik. Hal itu agar bangunan tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Ini jerih payah orang tua, para pembayar pajak, dan semua pihak yang terlibat. Tolong dipelihara dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga memberi penekanan khusus pada desain bangunan sekolah yang hemat energi.

Menurutnya, sekolah masa depan harus memaksimalkan pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan ketinggian plafon sehingga tidak bergantung pada AC.

“Kalau pencahayaan dan sirkulasi udara baik, kita tidak membutuhkan AC. Itu bisa menekan biaya operasional tahunan. Ke depan bangunan sekolah harus mengadopsi konsep green building,” katanya.

Ia mengingatkan sekolah-sekolah lama dengan desain terbuka bisa menjadi contoh sederhana yang terbukti efisien.

Dedie juga menyatakan perlunya mempertimbangkan bahan bangunan dan aspek arsitektur untuk menekan biaya rutin.

Selain itu, Mantan Wakil Wali Kota itu turut menyampaikan pembangunan dan pemerataan sekolah akan terus dilanjutkan, termasuk di tingkat SMA.

Dua sekolah baru, yakni SMA Negeri 11 di Kayu Manis dan SMA Negeri 12 di Kertamaya, diproyeksikan masuk tahap pembangunan berikutnya.

Masalah kekurangan guru juga menjadi perhatian. Jumlah pengajar yang pensiun tidak sebanding dengan guru baru.

Karena itu, program merger sekolah akan tetap dijalankan untuk menjaga efisiensi distribusi tenaga pendidik.

Selain itu, mulai tahun depan Pemkot akan memberikan subsidi pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu agar dapat bersekolah di lembaga swasta.

“Selama rasio dan sebaran sekolah belum merata, pemerintah harus membantu akses pendidikan baik di negeri maupun swasta,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan pembangunan selain SDN Duta Pakuan, SDN Cimahpar tiga juga sudah selesai dibangun. Pembangunan keduanya dilakukan bersamaan selama 240 hari kerja.

Lahan SDN Duta Pakuan kini menempati 2.000 meter persegi, sedangkan 4.000 meter lainnya dipakai untuk SMPN 22. Di SD Cimahpar tiga, pembagian lahan serupa dilakukan dengan SMPN 23.

“SD Duta Pakuan dibangun dengan anggaran Rp18 miliar, sementara SD Cimahpar tiga Rp14 miliar. Fasilitasnya meliputi ruang kelas, laboratorium, ruang ekskul, ruang serbaguna, rooftop, serta toilet guru dan siswa,” jelas Herry.

Setiap sekolah juga dilengkapi 42 titik CCTV, smoke detector, hydrant, perangkat audio musik, hingga total 12 unit AC di dua lokasi tersebut.

Selama pembangunan, siswa SDN Duta Pakuan sempat menumpang belajar di gedung SMP yang sudah selesai lebih dulu, dan kini dapat kembali menempati bangunan baru mereka. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Beroperasi #SDN Duta Pakuan #Dedie Rachim