Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswi SMPN 1 Sukajaya Tampilkan Inovasi Cahaya Mandiri di GID 2025, Solusi Pengisian Daya Berbasis Energi Matahari

Muhammad Ali • Kamis, 11 Desember 2025 | 19:45 WIB
Pelajar SMPN 1 Sukajaya memamerkan alat Cahaya Mandiri, solusi pengisian daya saat listrik padam di GID 2025, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis 11 Desember 2025.
Pelajar SMPN 1 Sukajaya memamerkan alat Cahaya Mandiri, solusi pengisian daya saat listrik padam di GID 2025, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis 11 Desember 2025.

RADAR BOGOR – Kreativitas pelajar SMPN 1 Sukajaya, Kabupaten Bogor, kembali mengemuka di Gelar Inovasi Daerah (GID) 2025.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari SMPN 1 Sukajaya, yang memperkenalkan alat Cahaya Mandiri.

Siswa SMPN 1 Sukajaya menampilkan teknologi sederhana yang memanfaatkan energi matahari untuk kebutuhan penerangan dan pengisian daya ponsel.

Siswi kelas 9 SMPN 1 Sukajaya, Anjelia, menjelaskan bahwa alat tersebut dirancang sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang sering mengalami pemadaman listrik.

“Fungsinya untuk cas HP bisa, digunakan pada saat mati listrik. Bisa menggunakan cahaya mandiri,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 11 Desember 2025.

Ia mengatakan, prototipe ini belum digunakan di sekolah maupun lingkungan sekitar, dan khusus dibawa untuk dipamerkan di GID 2025.

Dalam pembuatannya, ia mendapat bimbingan penuh dari guru-gurunya di sekolah.

Proses perakitan membutuhkan kecermatan karena sejumlah komponen harus disusun secara tepat.

“Lumayan sulit, karena harus merakit-rakit. Alatnya ada solder, tang, obeng. Alatnya cuma sedikit, tapi kalau bahan itu banyak,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Anjelia mengaku mendapat dukungan dari guru. Prototipe Cahaya Mandiri itu berhasil diselesaikan dalam waktu dua hari.

Ia berharap inovasi ini dapat diadopsi lebih luas, terutama untuk wilayah yang masih terkendala listrik.

“Harapannya, pengennya desa-desa yang sulit listrik itu tolong dibantu untuk menggunakan cahaya mandiri ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Guru Kesiswaan SMPN 1 Sukajaya, Nunuk Sri Purwaningsih, menjelaskan bahwa sekolah membawa tujuh inovasi berbeda dalam ajang GID 2025.

Setiap inovasi dikembangkan dengan pendampingan dua guru, serta mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah.

“Kita membawa tujuh inovasi, ini ada bimbingan dari kami. Tiap inovasi kami libatkan dua guru,” tuturnya.

Keikutsertaan SMPN 1 Sukajaya dalam GID 2025 menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan sejak dini.

Karya-karya pelajar SMPN 1 Sukajaya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(cr1)

Editor : Alpin.
#Gelar Inovasi Daerah #smpn 1 sukajaya bogor #kabupaten bogor