RADAR BOGOR – Bagi para guru dan calon guru di seluruh Indonesia, pembaruan data di platform MyASN kini menjadi salah satu langkah penting dalam menunjang karier dan pengembangan profesional.
Dilansir dari kanal YouTube Calon Guru (Kanjeng Mariyadi), salah satu aspek yang dinilai mampu meningkatkan skor Digital Management System (DMS) adalah pengisian riwayat sertifikasi, khususnya pada bagian penulisan karya ilmiah.
Pentingnya Pembaruan Data di MyASN
Para guru diimbau untuk lebih aktif memperbarui data pribadi di MyASN.
Kelengkapan data, mulai dari sertifikasi, kursus, paten atau HAKI, hingga penulisan ilmiah, sangat berpengaruh terhadap skor DMS.
Skor DMS sendiri menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja dan pengelolaan data ASN secara digital.
Oleh karena itu, pembaruan data secara berkala sangat dianjurkan.
Langkah Awal: Login ke ASN Digital
Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah masuk ke laman resmi ASN Digital melalui alamat asndigital.bkn.go.id. Setelah itu, pengguna diarahkan untuk:
- Klik menu Login melalui logo BKN
- Masukkan NIP dan kata sandi
- Masukkan kode autentikasi dari Google Authenticator
- Masuk ke menu Individu ASN
- Pilih layanan MyASN
Setelah berhasil masuk, pengguna dapat melihat skor DMS yang dimiliki.
Apabila skor masih rendah, pembaruan data menjadi solusi utama untuk meningkatkannya.
Memastikan Verifikator Sudah Aktif
Sebelum melakukan pengisian data, pengguna diwajibkan memilih verifikator. Tanpa verifikator, menu pembaruan data tidak akan muncul.
Bagi pengguna baru yang belum memilih verifikator, disarankan mengikuti panduan yang telah disediakan pada video sebelumnya.
Setelah verifikator aktif, barulah proses input data dapat dilakukan.
Memilih Menu Sertifikasi dan Penulisan Ilmiah
Pada menu MyASN, terdapat sekitar delapan komponen data yang dapat diperbarui. Untuk menambahkan karya ilmiah, pengguna dapat memilih:
- Klik menu “Update Data”
- Pilih bagian “Sertifikasi”
- Klik “Lanjut Pengisian Data”
- Pilih jenis sertifikasi “Penulisan Ilmiah”
Setelah itu, sistem akan menampilkan tiga tahap pengisian, yaitu input data, unggah dokumen, dan ringkasan.
Mengisi Data Karya Ilmiah Secara Lengkap
Pada tahap input data, pengguna diminta mengisi informasi karya ilmiah secara detail, meliputi:
- Kategori dan klasifikasi penulisan
- Bidang ilmu
- Tingkat publikasi (nasional atau internasional)
- Judul artikel
- Penyelenggara jurnal
- Tanggal terbit
- DOI (Digital Object Identifier)
- ISSN dan E-ISSN
Untuk memudahkan pengisian, narasumber menyarankan pengguna mencari artikel yang telah dipublikasikan melalui Google Scholar.
Dengan mengetikkan kata kunci judul atau nama penulis, pengguna dapat menemukan artikel yang dimaksud dan menyalin data yang diperlukan secara akurat.
Memastikan Keabsahan DOI dan ISSN
Salah satu bagian penting dalam pengisian data adalah memasukkan DOI dan ISSN. DOI harus diuji terlebih dahulu untuk memastikan tautan dapat diakses.
Hal ini penting agar verifikator dapat memeriksa keaslian karya ilmiah.
Sementara itu, ISSN terdiri atas dua jenis, yaitu:
- P-ISSN untuk versi cetak
- E-ISSN untuk versi daring
Keduanya dapat dicantumkan untuk memperkuat validitas data.
Mengunggah Dokumen Pendukung
Setelah tahap pengisian data selesai, pengguna diarahkan untuk mengunggah dokumen pendukung. Dokumen ini biasanya berupa:
- Surat penerimaan artikel (Letter of Acceptance)
- Sertifikat publikasi
- Bukti terbit jurnal
Berkas harus dalam format PDF agar dapat diunggah ke sistem. Pengguna juga dapat melakukan pratinjau sebelum melanjutkan proses.
Proses Pengiriman dan Verifikasi
Setelah semua data dan dokumen terunggah, pengguna diminta mencentang pernyataan kebenaran data, lalu menekan tombol “Kirim”.
Data yang telah dikirim akan masuk ke sistem dan menunggu proses verifikasi dari pihak terkait.
Jika diperlukan, pengguna masih dapat melakukan perbaikan atau pengeditan data sebelum disetujui.
Manfaat bagi Guru dan Calon Guru
Dengan mengisi riwayat penulisan ilmiah secara lengkap, guru dan calon guru akan memperoleh sejumlah manfaat, antara lain:
- Meningkatkan skor DMS
- Memperkuat profil profesional
- Mendukung pengembangan karier
- Menjadi bukti kompetensi akademik
- Memudahkan proses administrasi kepegawaian
Langkah ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap karya dan kontribusi guru dalam dunia pendidikan.
Dengan pengelolaan data yang rapi dan lengkap, peluang untuk meningkatkan kualitas diri serta karier di dunia pendidikan semakin terbuka lebar.
Pembaruan data bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan profesi guru.
Kebijakan, tampilan sistem, serta prosedur pada platform MyASN dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan resmi dari instansi terkait.
Untuk informasi paling akurat dan terbaru, pembaca disarankan merujuk pada situs resmi BKN atau menghubungi pihak berwenang.***
Editor : Eli Kustiyawati