Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pakar IPB Ingatkan Bahaya Edit Wajah Anak Pakai AI, Para Orang Tua Harus Tahu Risiko Data dan Privasi Mengintai

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:44 WIB
Ilustrasi penggunaan AI.
Ilustrasi penggunaan AI.

RADAR BOGOR - Fenomena penggunaan kecerdasan buatan untuk mengedit wajah anak dalam konten tari di media sosial menuai perhatian akademisi.

Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan IPB (Institut Pertanian Bogor) University, Prof. Yeni Herdiyani mengingatkan, masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman keamanan data di balik tren tersebut.

Maraknya penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mengolah wajah anak dalam konten hiburan digital dinilai perlu disikapi secara kritis oleh orang tua dan pengguna media sosial.

Dikutip Radar Bogor dari laman resmi IPB, Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan IPB University, Prof. Yeni Herdiyani menjelaskan, sebagian besar aplikasi yang digunakan masyarakat saat ini berbasis generative AI (Gen-AI), yaitu sistem yang mampu menciptakan gambar, video, teks, hingga suara berdasarkan pola dan data yang dimilikinya.

Ia menerangkan, algoritma telah dilatih untuk mengenali berbagai objek, termasuk wajah bayi dan gerakan tari.

Ketika pengguna memasukkan foto asli, sistem dapat menghasilkan visual baru yang terlihat realistis secara otomatis.

Namun, Prof. Yeni menekankan, penggunaan data wajah anak menyimpan risiko besar di ruang digital.

Menurutnya, foto yang diunggah ke platform publik berpotensi diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menilai, situasi tersebut membuat anak-anak berada pada posisi paling rentan dalam ekosistem digital saat ini.

Karena itu, Prof. Yeni mengingatkan orang tua agar memahami konsekuensi penggunaan teknologi AI sebelum mengunggah atau memanipulasi gambar anak.

Risiko yang dimaksud mencakup keamanan data, perlindungan privasi, hingga potensi penyalahgunaan informasi pribadi.

Ia juga menyoroti, data yang diberikan kepada sistem AI dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pelatihan model, sehingga berpeluang muncul kembali dalam bentuk lain di kemudian hari.

Sebagai respons atas fenomena tersebut, Prof. Yeni menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital di masyarakat.

Ia menyampaikan, IPB University secara berkelanjutan memasukkan materi etika dan tanggung jawab pemanfaatan teknologi dalam mata kuliah berpikir komputasional bagi mahasiswa sejak tahun pertama.

Langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan kecerdasan buatan di era digital. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #ai #artificial intelligence