Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Pilkada Kabupaten Bogor Jaro Ade Unggul Signifikan Melebihi Ambang Batas di Empat Lembaga Survei, Ada Potensi KIM Pecah

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 5 Agustus 2024 | 08:59 WIB
Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi
Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi

RADAR BOGOR - Hanya tinggal menghitung hari menuju tahapan pendaftaran pasangan calon pada Pemilihan Serentak 2024.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi mengungkapkan, dinamika politik di Kabupaten Bogor sudah semakin mengkristal, terutama di tubuh Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Apakah bisa diwujudkan atau mau pecah kongsi pada Pilkada Kabupaten Bogor?

Kedua opsi tersebut, kata dia, sama-sama terbuka sangat lebar peluangnya.

Menurut dia, bisa diwujudkan ketika Partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) memandang realistis dengan elektabilitas Rudy Susmanto.

Sehingga, dengan realitas hasil survei Rudi susmanto sangat realistis jika menjadi calon wakil bupati Bogor yang mendampingi Ade Ruhandi alias Jaro Ade.

"Potensi KIM pecahpun sangat besar, ketika Rudy Susmanto sangat percaya diri dan dipaksakan untuk head to head dengan Jaro Ade walaupun dengan modal elektabilitas yang rendah.

Lebih lanjut ia mengatakan, hasil pada empat lembaga survei yakni Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) dirilis pada tanggal 1 Agustus 2024, setelah DPP Partai Gerindra memberikan surat tugas kepada Rudy Susmanto.

"Hal ini tentu saja berdampak pada pergeseran elektabilitas," ucapnya.

Bagaimana tidak, di tengah publik sedang menerka-nerka kepada siapa DPP Partai Gerindra memberikan surat tugas.

Namun demikian, kenaikan elektabilitas Rudy Susmato tidak signifikan dan masih tertinggal jauh dari Jaro Ade).

"Walaupun banyak simulasi yang dijadikan objek survei lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) ini, namun mengkrucut pada tiga sosok ini, dengan hasil survei, Ade Ruhandi medapatkan 56,56 persen, disusul Rudi Susmanto 20,13 persen dan yang terakhir Agus Salim mendapatkan 10,06 persen," tutur Yusfitriadi.

Yang memilih tidak tahu 13,25 persen. Begitupun ketika simulasi pasangan calon, Ade Ruhandi alias Jaro Ade unggul signifikan dipasangkan dengan siapapun.

Kemudian Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mengeluarkan hasil surveinya terkait Pilkada Kabupaten Bogor pada akhir Bulan Juli 2024.

"Hasil survei ini dikeluarkan sebelum Rudy Susmanto diberikan surat tugas oleh DPP Partai Gerindra. Oleh karena itu keunggulan Ade Ruhandi atau Jaro Ade lebih ekstrem berhadapan dengan siapapun dan dipasangkan dengan siapapun," paparnya.

"Ketika dikerucutkan hasilnya sebagai berikut Ade Ruhandi atau Jaro Ade 45,2 persen, Elly Rachmat Yasin 22,5 persen, Iwan Setiawan 21,4 persen, dan Rudy Susmanto 2,3 persen," sambungnya.

Ketika dikerucutkan dua calon, kata dia, elektabilitas Ade Ruhandi (Jaro Ade) sangat jomplang elektabilitasnya dibandingkan dengan Rudy Susmanto, dimana Ade Ruhandi sampai pada 70,00 persen adapun Rudy Susmanto hanya mendapatkan elektabilitas 7,3 persen.

Yang belum menentukan pilhan 22,7 persen.

Selanjutnya, sambung Yusfitriadi, Lembaga Survei Indikator.

Sama halnya dengan LSI, hasil survei Indikator juga dikeluarkan pada akhir bulan Juli sebelum Rudy Susmanto mendapatkan surat tugas dari DPP Partai Gerindra.

Hasil survei Indikator ketika simulasi empat calon hasilnya Ade Ruhandi (Jaro Ade) 58,0 persen, Elly Rachmat Yasin 23,3 persen, Iwan Setiawan 9,3 persen dan Rudy Susmanto 4,3 persen. Adapun yang tidak memilih 4,7 persen.

Namun ketika dikerucutkan dengan Ade Ruhandi (Jaro Ade) dihadapkan dengan Rudy Susmanto, tutur Yusfitriadi, hasilnya adalah Ade Ruhandi (Jaro Ade) 79,5 persen dan Rudy Susmanto 9,6 persen dan yang memilih tidak tahu 10,9 persen.

Ada pula Lembaga Survei Poltracking juga mengeluarkan hasil survei terakhirnya menjelang pendaftaran pasangan calon pada pilkada 2024 pada akhir juli.

Rudy Susmanto belum mendapatkan surat Tugas dari DPP Partai Gerindra.

"Dari hasil survei Poltracking ini pun elektabilitas Ade Ruhandi (Jaro Ade) unggul sangat jauh dibandingkan bakal calon lainnya, terlebih jika dihadapkan dengan Rudy Susmanto," jelasnya.

Dalam simulasi empat bakal calon hasilnya adalah Ade Ruhandi (Jaro Ade) 49,0 persen, Elly Rachmat Yasin 26,6 persen, Iwan Setiawan 19,8 persen dan Rudy Susmanto 3,0 persen.

Yang memilih tidak tahu hanya 1,5 persen.

"Adapun simulasi jika Ade Ruhandi (Jaro Ade) berhadapan langsung dengan Rudy Susmanto hasilnya adalah Ade Ruhandi (Jaro Ade) 64,0 persen sedangkan Rudy Susmanto hanya mendapatkan 4,3 persen," tambahnya.

Sedangkan yang memilih tidak tahu masih sangat tinggi di angka 31,7 persen.

"Hanya tinggal menghitung hari menuju tahapan pendaftaran pasangan calon pada Pemilihan Serentak 2024, dinamika politik di Kabupaten Bogor sudah semakin mengkristal, terutama di tubuh Koalisi Indonesia Maju (KIM). Apakah bisa diwujudkan atau mau pecah kongsi pada Pilkada Kabupaten Bogor," papar dia.

Kedua opsi tersebut sama-sama terbuka sangat lebar peluangnya.

Bisa diwujudkan ketika Partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) memandang realistis dengan elektabilitas Rudy Susmanto.

Sehingga, dengan realitas hasil survei di atas Rudi susmanto sangat realistis jika menjadi Calon Wakil Bupati yang mendampingi Ade Ruhandi (Jaro Ade).

Baca Juga: PBNU Panggil Sekjen PKB Hari Ini, Ada Apa? Imron Rosyadi Hamid Bilang Begini

"Potensi KIM pecah pun sangat besar, ketika Rudi Susmanto sangat percaya diri dan dipaksakan untuk head to head dengan Jaro Ade (Ade Ruhandi) walaupun dengan modal elektabilitas yang rendah," pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #jaro ade #pilkada