RADAR BOGOR – Partai Demokrat Kota Bogor mulai mempersiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029.
Hal itu dibahas dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Bogor pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara jajaran pengurus partai Demokrat Kota Bogor dari tingkat kota hingga ranting di seluruh kelurahan.
Rakercab ini juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pemilu sebelumnya serta merumuskan langkah pemenangan ke depan.
Acara tersebut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Anita Primasari Mongan, serta Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor Subhan.
Dalam pertemuan itu, DPC Demokrat Kota Bogor menetapkan target peningkatan kursi legislatif di DPRD Kota Bogor pada Pemilu 2029. Dari tiga kursi yang dimiliki saat ini, partai menargetkan perolehan minimal enam kursi.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor, Subhan menyampaikan bahwa kehadiran seluruh elemen partai dalam Rakercab menunjukkan soliditas organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan strategi pemenangan yang lebih matang menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Seluruh struktur partai hadir, mulai dari pengurus tingkat kecamatan hingga ketua ranting di tiap kelurahan. Dalam Rakercab ini kami membahas berbagai langkah untuk memperkuat kemenangan. Target kami pada Pemilu 2029 adalah menggandakan kursi DPRD dari tiga menjadi enam,” kata Subhan.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor, Anita Primasari Mongan menjelaskan bahwa Rakercab ke-3 tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah penempatan calon legislatif (caleg) di setiap daerah pemilihan agar lebih efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia mengatakan bahwa pada pemilu mendatang, partai akan menggunakan pendekatan berbasis data melalui bidang riset dan analisis partai untuk memetakan potensi suara.
“Kami ingin belajar dari pengalaman sebelumnya. Penentuan caleg nantinya akan berbasis data yang lebih akurat. Melalui bidang riset dan analisa (BRINS), kami akan melakukan survei dan kajian secara berkala untuk membaca kekuatan politik di lapangan,” jelas Anita.
Selain memperkuat riset, Demokrat Kota Bogor juga akan memprioritaskan perekrutan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna memastikan pengawasan berjalan maksimal.
Menurut Anita, partai juga akan lebih selektif dalam menentukan figur calon legislatif. Kriteria yang dipertimbangkan meliputi kapasitas kepemimpinan, kesiapan fisik, hingga dukungan logistik yang memadai.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antarstruktur partai, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga pusat, juga akan diperkuat guna menghadapi Pemilu 2029 secara lebih solid. (ded)
Editor : Yosep Awaludin