RADAR BOGOR - Unggahan fitur #OpenToWork yang dilakukan aktris Prilly Latuconsina di LinkedIn memicu polemik.
Sebagai figur publik yang dikenal memiliki privilese karier dan finansial, langkah Prilly Latuconsina menuai beragam respons, mulai dari apresiasi hingga kritik tajam.
Menanggapi kegaduhan yang beredar di media sosial, Prilly Latuconsina akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf.
Permohonan maaf itu disampaikan melalui sebuah video klarifikasi yang diunggah pada akun Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96.
Berikut isi klarifikasi Prilly Latuconsina yang disampaikan dalam beberapa poin utama :
1. Memahami Reaksi Publik dan Emosi yang Muncul
Prilly membuka klarifikasinya dengan menyatakan bahwa ia memahami unggahannya telah memicu berbagai reaksi dan emosi. Ia mengerti mengapa sebagian orang merasa marah, kecewa, atau tidak nyaman.
Klarifikasi ini, menurutnya, disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang publik.
2. Permohonan Maaf atas Ketidaknyamanan
Prilly menyampaikan permohonan maaf secara terbuka jika tindakannya menimbulkan rasa tidak nyaman maupun kesalahpahaman.
Ia menegaskan bahwa kegaduhan tersebut bukanlah sesuatu yang ingin ia ciptakan sejak awal.
Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif atau tidak empatik terhadap situasi yang tengah dihadapi oleh banyak orang.
3. Menyadari Perbedaan Posisi dan Pengalaman Hidup
Dalam pernyataannya, Prilly mengakui bahwa posisi dan pengalaman hidupnya tidak sama dengan semua orang.
Ia menyadari bahwa latar belakang dan privilese yang ia miliki membuat langkahnya dapat dimaknai berbeda oleh publik, terutama oleh mereka yang sedang berjuang mencari pekerjaan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
4. Tujuan Menggunakan Fitur Open to Work
Prilly menjelaskan bahwa penggunaan fitur Open to Work di LinkedIn sejak awal dimaksudkan untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, khususnya di bidang-bidang yang belum pernah ia jajaki sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan bagian dari proses belajar dan bertumbuh secara profesional.
5. Akun LinkedIn yang Hilang
Sempat muncul kecurigaan warganet terkait dengan hilangnya unggahan Open to Work di LinkedIn Prilly saat polemik memanas. Menanggapi hal tersebut, Prilly menjelaskan bahwa kondisi itu berada di luar kendalinya.
Lonjakan aktivitas yang sangat tinggi membuat akun LinkedIn miliknya mengalami gangguan teknis dan tidak dapat diakses sementara. Hingga kini, akun tersebut masih dalam proses pemulihan.
6. Komitmen terhadap Kerja Sama Profesional
Prilly juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kerja sama profesional yang telah terjalin dengan sejumlah instansi.
Ia menyampaikan bahwa prioritas utamanya adalah kegiatan dan kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Di akhir video, Prilly kembali menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan pengertian publik kepada dirinya.
Hingga kini, belum ada penjelasan pasti apakah keterlibatannya dengan brand pasta gigi yang sempat dikaitkan dengan polemik ini merupakan bagian dari kontrak pemasaran atau murni eksplorasi profesional.
Namun, Prilly Latuconsina menegaskan komitmennya untuk tetap bertanggung jawab atas setiap kerja sama yang telah berjalan sejak unggahan Open to Work tersebut dibuat. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin