RADAR BOGOR — Kabar mengejutkan datang dari grup idola asal Korea Selatan, ENHYPEN. Salah satu anggota intinya, Heeseung, dilaporkan telah meninggalkan grup yang membesarkan namanya tersebut.
Berita keluarnya Heeseung ini memicu gelombang protes besar-besaran dari para penggemar, yang dikenal dengan sebutan ENGENE, di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan pantauan di media sosial X (dahulu Twitter), topik mengenai Heeseung terus mendominasi percakapan global.
Mengutip unggahan dari akun @AboutMusicYT, nama Heeseung telah disebut dalam lebih dari 7,1 juta unggahan hanya dalam satu hari.
Secara akumulatif, angka tersebut menembus 20 juta unggahan dalam waktu singkat, tepatnya tiga hari sejak kabar kepergiannya.
Reaksi keras para penggemar tidak hanya terjadi di ruang digital. Di Seoul, gelombang protes fisik mulai terlihat di depan gedung agensi.
Akun @evanndeer membagikan momen yang menunjukkan setidaknya 17 truk protes terparkir di sekitar area kantor BELIFT LAB.
Truk-truk tersebut membawa pesan digital yang mendesak agensi untuk memberikan penjelasan transparan dan menuntut kembalinya formasi lengkap tujuh anggota.
"Wake up BELIFT. ENHYPEN IS SEVEN," tulis salah satu akun penggemar, @pacaverse, yang turut menyuarakan tagar #COMEBACKHEESEUNG di media sosial.
Protes ini pun meluas hingga ke mancanegara. Di Filipina, para penggemar berkumpul secara massa untuk menyuarakan dukungan mereka.
Melalui unggahan akun @nabiiwabi, terlihat kerumunan ENGENE yang menyanyikan lagu "Shout Out" bersama-sama sebagai bentuk solidaritas.
Mereka menegaskan bahwa identitas grup tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehadiran Heeseung.
Selain aksi turun ke jalan, upaya diplomatis juga dilakukan melalui petisi daring. Melansir informasi dari About Music, sebuah petisi yang menuntut agar BELIFT LAB dan HYBE mengizinkan Heeseung menjalankan aktivitas solo tanpa harus keluar dari ENHYPEN telah menembus angka 1,5 juta tanda tangan.
Banyak penggemar merasa bahwa keputusan keluarnya Heeseung terkesan mendadak dan tidak memberikan ruang diskusi bagi sang idola untuk menyeimbangkan karier grup dan ambisi pribadinya.
Hingga saat ini, pihak BELIFT LAB maupun HYBE belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait tekanan massa yang terus meningkat ini. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin