RADAR BOGOR-Buat kamu pencina durian, coba sekali-sekali rasain kerantungan atau durian daun. Karantungan ini nerupakan tumbuhan penghasil buah sejenis durian yang berasal dari Kalimantan.
Durian Daun ini memiliki ciri khas berupa ukuran buahnya yang lebih kecil daripada durian pada umumnya. Namun, durian daun ini memiliki duri lebih panjang serta bentuk yang lebih bulat.
Sejak beberapa tahun lalu, penanaman durian daun ini marak di Kalimantan. Masyarakat Kalimantan menyebut durian daun dengan nama kerantungan, karena ukurannya lebih kecil.
Baca Juga: Surga Durian Tersembunyi di Gunung Geulis Bogor, Dagingnya Tebal dan Rasanya Manis Legit
Kerantungan dapat menjadi pilihan lain buat kamu para penggemar durian pada masa depan. Selain rasanya manis dan lezat, penyebaran buah durian daun ini juga terus meluas.
Tidak hanya di Pulau Kalimantan, durian daun ini juga dikembangkan di Kepulauan Riau dan beberapa daerah di Sumatera. Saat musim buah, durian daun ini mudah didapatkan di kios-kios tepi jalan atau pasar tradisional.
Tinggal mendapatkan varietas yang unggul untuk menarik minat orang membudidayakan durian daun ini. Dengan demikian, durian daun ini kemungkinan besar bisa dikembangkan di pulau Jawa, seperti Bogor.
Para petani bisa mengembangkan durio kutejensis atau Lai, kerabat dekat durian daun yang lebih dahulu berkembang di Kalimantan Timur. Pada tahun 2006, belum banyak masyarakat yang mengenalnya selain penduduk lokal.
Baca Juga: Warga Desak Agrowisata Gunung Mas Kelola Lahan Negara dengan Baik
Sekarang sebagian besar masyarakat mengenal durian daun berdaging kuning emas itu. Buah yang oleh sebagian penduduk Kalimantan Selatan disebut dengan nama mahrawin itu lebih beragam di wilayah timur Kalimantan.
Dari segi bobot buah, dapat ditemukan mulai ukuran sangat kecil, kurang dari 300 gram, sampai yang berbobot ekstra lebih dari 1 kg. Penggemar durian di Kalimantan Utara, Nodi Fajar pernah menemukan buah kerantungan yang cukup besar, berdiameter sekitar 22 cm dengan bobot 1,5 kg, atau seukuran durian biasa.
Warnanya bervariasi, mulai kuning muda sampai kuning cerah. Demikian juga rasanya. Namun, buah mahrawin itu hanya ditemuinya tanpa tahu keberadaan pohonnya, karena buah-buah itu dijumpai di kios tepi jalan, yang menerima buah dari petani dari pedalaman.(***)
Editor : Administrator