Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Perlu Lewat Hp, Semua Warga Bisa Daftar Bansos Digital 2025 Bawa Harapan Baru dengan Syarat Mudah

Ira Yulia Erfina • Senin, 22 September 2025 | 19:49 WIB
Ilustrasi penerima bansos
Ilustrasi penerima bansos

RADAR BOGOR - Pemerintah tengah melakukan uji coba program bansos berbasis digital di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Walau masih dalam tahap uji coba, antusiasme masyarakat terhadap program bansos digital cukup tinggi karena dianggap sebagai inovasi baru dalam mempercepat pelayanan dan meminimalkan kesalahan distribusi.

Beberapa hal penting terkait program bansos digital ini perlu dipahami masyarakat, terutama mereka yang ingin ikut serta atau sedang menerima bantuan sosial reguler.

Siapa yang bisa mendaftar?

Program ini terbuka untuk semua kalangan. Baik mereka yang sudah menerima bantuan sosial, belum pernah menerima, maupun yang ingin mengajukan diri sebagai calon penerima, dapat melakukan pendaftaran.

Meski begitu, sasaran utama tetap ditujukan kepada individu dan keluarga dengan kondisi ekonomi rendah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.

Apakah Kartu Indonesia Sehat (KKS) masih dibutuhkan?

Dalam uji coba ini, Kartu Indonesia Sehat atau yang lebih dikenal sebagai Kartu Merah Putih tetap diperlukan.

KKS masih menjadi sarana utama dalam proses penyaluran bantuan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem digital masih berjalan berdampingan dengan mekanisme lama, sambil menunggu evaluasi lebih lanjut mengenai efektivitas sistem baru.

Apakah ponsel menjadi syarat utama?

Penggunaan ponsel tidak diwajibkan. Bagi masyarakat yang memiliki ponsel, pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri melalui tautan resmi yang disediakan.

Baca Juga: Luar Biasa! Judo Kota Bogor Juara Umum Popda Jawa Barat, Ini Jumlah Medalinya

Namun, bagi mereka yang tidak memiliki ponsel, tidak perlu khawatir.

Proses pendaftaran tetap bisa dilakukan dengan bantuan petugas yang ditunjuk, seperti asisten Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), maupun operator desa yang berperan membantu masyarakat secara langsung.

Apa tujuan utama program digital ini?

Fokus utama dari program ini adalah meningkatkan akurasi data penerima bansos.

Sistem digital dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber data, mulai dari data kependudukan dan catatan sipil, data kepemilikan tanah, catatan kesehatan, catatan kepolisian, hingga informasi perbankan.

Dengan begitu, penentuan siapa yang layak menerima bantuan menjadi lebih objektif, transparan, dan sulit dimanipulasi. Harapannya, sistem ini bisa mengurangi ketidaktepatan sasaran yang selama ini kerap menjadi masalah dalam penyaluran bansos.

Kapan program ini akan dievaluasi?

Uji coba yang berjalan di Banyuwangi direncanakan akan dievaluasi secara menyeluruh pada tahun 2026.

Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah akan menilai apakah sistem digital layak diperluas ke skala nasional. Jika berhasil, program ini berpotensi menjadi model baru dalam penyaluran bansos di seluruh Indonesia.

Pembukaan Erau 2025 dimeriahkan tari kolosal.
Pembukaan Erau 2025 dimeriahkan tari kolosal.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#syarat #hp #bansos digital