RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan bahwa bantuan penebalan kembali cair secara tiba-tiba, meskipun aplikasi SIKS NG sistem resmi penyaluran bansos sempat hilang dari tampilan atau tidak bisa diakses.
Berbagai bukti pencairan bantuan dari KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dengan nominal bervariasi mulai dari Rp395.000 hingga Rp1.575.000.
Yang menarik, pencairan ini terjadi secara serentak pada tanggal 9–10 Oktober 2025 di sejumlah daerah.
KKS BSI, BNI, dan BRI Serentak Cair
Beberapa warga dari berbagai wilayah melaporkan telah menarik tunai bantuan melalui ATM Bank BSI, BNI, dan BRI.
Berikut beberapa laporan yang muncul:
• KKS Bank BSI: Pencairan pada Kamis, 9 Oktober 2025 sekitar pukul 20.59 WIB sebesar Rp395.000 hingga Rp400.000.
• Aceh Tenggara: Warga melaporkan BPNT plus penebalan cair total Rp1 juta.
• KKS Bank BNI (Tahun 2020): Muncul saldo misterius Rp1.575.000, penarikan Rp1 juta, dan sisa Rp575.000.
• KKS Lama BRI: Warga dari Muara Enim menyebut mendapat PKH tambahan Rp450.000, meskipun menggunakan kartu lama.
• KKS Baru Peralihan dari Kantor Pos: Penerima melaporkan saldo Rp600.000 cair pada 10 Oktober 2025.
Bantuan Ini Ternyata untuk Alokasi Juni–Juli yang Tertunda
Menariknya, bantuan yang cair kali ini bukan bantuan baru, melainkan penebalan tahap alokasi Juni–Juli 2025 yang sempat tertunda pencairannya.
Dengan demikian, bantuan ini kemungkinan besar adalah bansos susulan yang baru berhasil dicairkan setelah adanya perbaikan sistem penyaluran dari Kemensos.
Aplikasi SIKS NG Hilang, Tapi Dana Masuk!
Fenomena yang membuat banyak penerima manfaat heran adalah aplikasi SIKS NG yang tiba-tiba hilang atau tidak menampilkan data penerima bansos, padahal dana sudah masuk ke rekening KKS masing-masing.
Hal ini membuat sejumlah warga sempat kebingungan dan curiga, namun setelah dicek langsung di ATM, saldo bantuan ternyata sudah tersedia.
Warga di berbagai daerah seperti Aceh Tenggara, Muara Enim, hingga Sumatera Selatan tampak bersyukur atas pencairan ini.
Banyak yang mengunggah tangkapan layar saldo KKS mereka sebagai bukti bahwa bantuan benar-benar masuk.
Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan publik mengenai transparansi dan keteraturan sistem, mengingat pencairan kali ini berlangsung tanpa pemberitahuan resmi, serta aplikasi SIKS NG yang tidak aktif.
Menurut informasi, pencairan kali ini diperkirakan merupakan tahap lanjutan dari alokasi Juni–Juli 2025.
Namun, karena data penerima di SIKS NG tidak muncul, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait tahap pencairan yang dimaksud.
Jika benar ini adalah pembayaran tertunda, maka ada kemungkinan pencairan berikutnya akan menyusul dalam waktu dekat, termasuk tahap Agustus–September atau PKH tahap keempat 2025.
Meski aplikasi SIKS NG sempat hilang, bantuan penebalan dan BPNT rupanya tetap cair ke rekening penerima manfaat.
Banyak warga telah mencairkan dana tersebut di berbagai bank penyalur seperti BSI, BNI, dan BRI.
Kabar baik ini sekaligus menjadi pengingat bagi penerima manfaat untuk rutin mengecek saldo KKS mereka langsung di ATM, bukan hanya melalui aplikasi.***
Editor : Eli Kustiyawati