RADAR BOGOR – Pemerintah terus menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk tahap keempat tahun 2025, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Sembako, serta BLT Kesra sebesar Rp900.000.
Dilansir dari kanal Cek Bansos, proses pencairan berlangsung bertahap dan belum merata di seluruh daerah.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dua jenis bansos tambahan berupa bantuan beras dan minyak goreng yang akan segera diterima oleh jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di Indonesia.
1. Progres Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 4
Hingga 2 November 2025, pencairan PKH dan BPNT tahap keempat yang mencakup alokasi bulan Oktober, November, dan Desember masih dalam tahap penyaluran terbatas.
Berdasarkan data dari empat bank penyalur utama, progres penyaluran masih berada di bawah 50 persen dan belum dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.
Dari data yang dihimpun, Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi lembaga penyalur dengan progres tertinggi. Penyaluran PKH telah mencapai 43 persen dan BPNT sebesar 21 persen.
Bank Mandiri menyusul dengan progres PKH sebesar 37 persen dan BPNT 34 persen. Sementara itu, Bank BRI dan BNI masih mencatatkan penyaluran sangat awal, masing-masing baru mencapai 1 persen untuk program PKH maupun BPNT.
Dengan demikian, status penyaluran di BSI dan Mandiri dikategorikan “sedang berjalan”, sedangkan di BRI dan BNI masih “belum berjalan”.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pencairan PKH dan BPNT masih dalam proses distribusi bertahap sesuai jadwal dan kesiapan data KPM di masing-masing daerah.
Masyarakat penerima diimbau untuk bersabar dan rutin melakukan pengecekan saldo di rekening KKS.
2. Pembaruan Pencairan BLT Kesra Rp900.000
Selain PKH dan BPNT, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000 juga tengah berlangsung di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan lapangan, sejumlah KPM di beberapa daerah telah menerima saldo yang masuk ke rekening KKS mereka.
Di Bank BRI, pencairan BLT Kesra dilaporkan telah diterima oleh KPM di wilayah Gorontalo (Sulawesi) dan Pontianak (Kalimantan).
Sedangkan Bank BNI menjadi bank dengan aktivitas penyaluran paling dominan, mencakup wilayah-wilayah seperti Bantul dan Yogyakarta.
Pemerintah memastikan bahwa proses ini masih akan terus berlanjut hingga Desember 2025 dengan sistem bertahap agar seluruh penerima dapat terakomodasi sesuai data valid dari Kementerian Sosial.
KPM pemegang KKS lama maupun baru disarankan untuk rutin memeriksa saldo rekening melalui ATM, e-warong, atau agen bank resmi agar tidak melewatkan jadwal pencairan.
3. Ketentuan Penerima BLT Kesra Berdasarkan Desil
BLT Kesra tidak diberikan secara merata kepada seluruh KPM PKH atau BPNT, melainkan disalurkan berdasarkan kategori kesejahteraan yang disebut desil.
Penerima bantuan ini hanya mencakup warga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah menurut data Kementerian Sosial.
Untuk mengetahui apakah mereka termasuk penerima BLT Kesra, KPM dapat melakukan pengecekan status desil melalui aplikasi Cek Bansos resmi dari Kemensos RI.
Pemeriksaan ini penting agar masyarakat dapat memastikan kelayakan mereka sebelum melakukan pengecekan saldo atau mendatangi bank penyalur.
4. Dua Bansos Tambahan: Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter
Selain PKH, BPNT, dan BLT Kesra, pemerintah juga menyalurkan dua jenis bansos tambahan berupa bantuan beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk setiap keluarga penerima manfaat. Kedua bantuan ini ditujukan kepada 18,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Laporan penyaluran tahap awal telah diterima dari sejumlah wilayah seperti Sorong (Papua), Papua Barat, dan Jambi.
Sementara di Aceh, proses penjadwalan dan undangan pengambilan dari Perum Bulog sudah mulai dilakukan.
Bagi KPM penerima bantuan pangan ini, penting untuk menunggu surat undangan resmi dari Bulog sebagai tanda dimulainya penyaluran di wilayah masing-masing agar proses berjalan tertib dan sesuai jadwal.***