RADAR BOGOR - Pemerintah kembali mempercepat proses pencairan bantuan sosial (bansos) reguler yang ditujukan untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Bukan hanya PKH BPNT saja, tapi ada bantuan lainnya.
Melansir YouTube Info Bansos, pada triwulan akhir 2025, berbagai program bansos mulai disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Setelah PKH BPNT tahap 4, beberapa bantuan akan menyusul.
Selain bansos PKH, BPNT, bantuan susulan itu seperti BLT Kesra, Program Indonesia Pintar (PIP), serta bansos pangan CBP dan CPP.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menahan tekanan inflasi, menjaga daya beli, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik hingga akhir tahun.
Pencairan bantuan sosial reguler memasuki tahap penting pada triwulan IV. Pemerintah telah menyalurkan PKH kepada keluarga penerima manfaat.
Bantuan disalurkan dengan nominal yang bervariasi antara Rp225.000 hingga Rp750.000 per triwulan, tergantung komponen yang tercantum dalam keluarga tersebut, seperti balita, lansia, disabilitas, serta anak usia sekolah.
Selain itu, BPNT atau Bantuan Pangan Non-Tunai senilai Rp600.000 juga telah dicairkan untuk memenuhi kebutuhan sembako KPM.
Dikutip postingan YouTube Info bansos, bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat dibelanjakan di e-warong atau merchant resmi penyedia bahan pangan.
Untuk memperkuat daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, pemerintah juga menyalurkan BLT Kesra sebesar Rp900.000. BLT ini diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap inflasi pangan yang berpotensi meningkat pada kuartal akhir.
Selain bantuan pangan dan kesejahteraan, pemerintah turut mencairkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai dukungan pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
Bantuan PIP bervariasi dari Rp225.000 hingga Rp750.000 per semester, tergantung jenjang pendidikan. Penyaluran PIP untuk periode Oktober hingga Desember 2025 telah dimulai sejak awal Oktober.
Program ini ditargetkan menyasar lebih dari 17 juta siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala biaya.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah juga menjalankan program bansos Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Bantuan ini diberikan dalam bentuk beras dan minyak goreng yang disalurkan langsung kepada keluarga penerima manfaat PKH dan BPNT.
Total penerima bansos pangan ini mencapai 18,3 juta KPM, dengan total anggaran mencapai Rp13,9 triliun.
Program ini dirancang untuk membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menekan laju inflasi pangan yang berpotensi meningkat menjelang akhir tahun.
Pemerintah berharap seluruh bantuan yang disalurkan pada triwulan IV 2025 dapat membantu keluarga penerima menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga.
Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi resmi mengenai pencairan melalui pendamping sosial, operator desa, atau saluran resmi kementerian.
Dengan berbagai bantuan yang diberikan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung masyarakat hingga akhir tahun 2025.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga