RADAR BOGOR - Pada tanggal 1 Desember, sejumlah bank penyalur mulai memproses pencairan beberapa jenis bansos PKH BPNT, hingga BLT Kesra, baik untuk KKS lama maupun KKS baru, menunjukkan bahwa mekanisme penyaluran tahap akhir mulai bergerak secara bertahap.
Informasi ini menjadi sangat krusial mengingat Desember merupakan bulan terakhir realisasi anggaran bansos PKH BPNT BLT Kesra tahun 2025, sehingga setiap perkembangan pencairan dipantau dengan cermat oleh para penerima.
Berikut adalah pemaparan lengkap mengenai pencairan PKH, BPNT hingga BLT Kesra pada hari tersebut serta penjelasan penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh KPM melansir kanal Cek Bansos.
1. BLT Kesra Rp900.000 Pencairan Susulan
Program pertama yang terkonfirmasi cair adalah BLT Kesra dengan nominal Rp900.000, yang pada awal Desember ini masuk sebagai pencairan susulan.
Penyaluran berlangsung melalui Bank BRI dan Bank Mandiri secara serentak, dengan banyak laporan saldo masuk dari pemegang KKS lama maupun KKS baru.
Penerima di BRI melaporkan saldo Rp900.000 mulai terdeteksi pada pagi hari, sementara di Bank Mandiri proses pencairan sudah mulai terlihat sejak 30 November dan berlanjut hingga hari berikutnya.
Kondisi ini menandakan bahwa penyaluran BLT Kesra masih terus berjalan dan mencakup berbagai kelompok KPM yang sebelumnya tertunda pencairannya.
2. BPNT Susulan untuk Beragam Tahap
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi penyaluran kedua yang masuk ke rekening sebagian penerima pada tanggal yang sama.
Pencairan kali ini bersifat susulan dan meliputi beberapa kategori, mulai dari KKS baru yang menerima untuk Tahap 2 dan Tahap 3, hingga KKS lama di BRI yang sebagian kecil memperoleh pencairan Tahap 4.
Baca Juga: Pedagang Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor Keluhkan Pengunung Buka Tenda dan Bawa Makanan Sendiri
Penyaluran juga ditemukan terjadi di kedua bank besar, yaitu BRI dan Mandiri, sehingga menegaskan bahwa proses penyelesaian tahap penyaluran akhir tahun terus berjalan meskipun volumenya masih relatif kecil.
Kendati demikian, munculnya saldo ini menjadi tanda bahwa mekanisme pencairan untuk BPNT mengalami percepatan agar seluruh alokasi dapat tersalurkan sebelum tahun berakhir.
3. Bantuan Penebalan Rp400.000 sebagai Rapelan Tahap 2
Bantuan penebalan atau tambahan sebesar Rp400.000 juga terpantau masuk pada hari yang sama.
Bantuan ini diperuntukkan khusus bagi KPM yang mengalami peralihan dari penyaluran Kantor Pos menuju sistem KKS, namun belum menerima pencairan pada periode Juni dan Juli atau yang disebut Tahap 2.
Dengan demikian, bantuan ini bukan merupakan bantuan tahap baru, melainkan rapelan yang ditujukan untuk memastikan bahwa KPM yang sebelumnya tertunda tetap menerima haknya.
Penyaluran bantuan penebalan ini terpantau berlangsung melalui Bank Mandiri dan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk merampungkan seluruh hak penerima yang terdampak proses migrasi data.
4. Bantuan Pangan Berupa Beras dan Minyak Goreng
Selain bantuan berbentuk saldo, terdapat pula distribusi bantuan pangan berupa beras 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Penyaluran bantuan ini dilakukan dalam bentuk barang dan dijadwalkan berbeda-beda di setiap wilayah sehingga tidak dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Salah satu daerah yang terpantau menjadwalkan pembagian pada tanggal 1 Desember adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Informasi Penting untuk KPM Menjelang Akhir Tahun
Menjelang penutupan tahun 2025, terdapat sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh penerima bantuan agar proses pencairan dapat berjalan lancar.
Pertama, KPM diimbau untuk memastikan terlebih dahulu status kepesertaan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebelum mempertanyakan jadwal pencairan.
Status harus berada dalam kondisi aktif, tercatat dalam desil kemiskinan 1 hingga 5, serta tidak memiliki tanda tereksklusi atau dikeluarkan dari data.
Apabila ketiga indikator tersebut terpenuhi, maka data dinyatakan aman dan peluang pencairan masih sangat besar meskipun bantuan belum masuk pada hari ini.
Pemerintah menerapkan pencairan secara bertahap dan tidak dilakukan sekaligus, sehingga pengecekan berkala terhadap saldo KKS sangat dianjurkan untuk memantau gelombang penyaluran susulan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga