Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencairan BPNT Melejit! Ribuan KPM dari Berbagai Daerah Laporkan Saldo Masuk Rp600 Ribu, Ini Daftar Wilayah yang Memimpin

Khairunnisa RB • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:13 WIB
Ilustrasi: Masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) memperlihatkan kartu keluarga sejahtera atau KKS.
Ilustrasi: Masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) memperlihatkan kartu keluarga sejahtera atau KKS.

RADAR BOGOR – Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap keempat memicu gelombang antusiasme di berbagai wilayah.

Sejak 9 hingga 11 Desember 2025, laporan pencairan semakin masif, terutama bagi pengguna KKS lama Bank Mandiri.

Setelah menunggu beberapa waktu, banyak keluarga penerima manfaat mengaku terkejut karena saldo bantuan mendadak bertambah hingga Rp600.000 dalam satu tahap.

Kementerian Sosial sebelumnya telah menginformasikan bahwa fase pengesahan data sudah memasuki tahap akhir dengan target penyelesaian maksimal 15 Desember.

Hal itulah yang menyebabkan percepatan penyaluran secara nasional.

Meski sempat tertinggal dibandingkan bank penyalur lain, Mandiri kini mulai mengungguli progres pencairan di sejumlah daerah.

Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, Provinsi Jawa Timur menjadi kawasan paling dominan dalam realisasi bantuan.

Mojokerto mencatat progres pencairan mencapai 70%, sementara Malang terus menerima konfirmasi tambahan saldo dari para penerima.

Jawa Tengah juga menunjukkan laju positif pada wilayah seperti Sragen dan Purbalingga, terutama untuk pencairan bagi KKS lama yang sebelumnya mengalami verifikasi susulan.

Di Jawa Barat, laporan pencairan muncul dari Bogor dan Ciamis, meski masih bergantian antara BPNT dan PKH.

Sementara itu, wilayah Sumatra seperti Medan mulai mencatat aliran bantuan sejak 8 Desember dan diprediksi meningkat hingga puncak penyaluran pada 15 Desember.

Makassar dari wilayah Sulawesi ikut menyusul dengan progres stabil.

Mandiri bukan satu-satunya penyalur yang bergerak cepat.

BRI sudah meningkatkan pencairan mulai 5 Desember dan kini mengarah pada penyelesaian 40–50% di banyak wilayah Jawa serta Sumatra.

BNI menggenjot penyaluran di Jawa Timur dan Kalimantan sejak 7 Desember dengan progres sekitar 60%.

Adapun BSI mencapai puncak pencairan pada 11–12 Desember, terutama di Aceh, Jawa Barat, dan NTB.

Kabupaten-kabupaten yang terpantau aktif dalam pencairan mencakup Bogor, Bone, Bulukumba, Cilacap, Dairi, Garut, Gunung Kidul, Indragiri Hulu, Karawang, Karo, Kepulauan Tanimbar, Kolaka, Luwu Timur, Lampung Barat, Mesuji, Melawi, hingga Minahasa Tenggara.

Banyak wilayah tersebut kini mendata penerima tambahan untuk memastikan semua KPM terlayani dalam tenggat waktu.

Para penerima yang belum mendapati saldo masuk dianjurkan untuk terus memantau melalui mobile banking maupun ATM terdekat.

Selain itu, pengecekan status penerima di situs resmi bansos perlu dilakukan guna memastikan data kependudukan telah sesuai dengan sistem.

Pemerintah mengingatkan untuk menghindari perantara tidak resmi dan lebih mengutamakan pendamping sosial bila menemui kendala teknis.

BPNT tahap ini mencakup bantuan tiga bulan sekaligus, yaitu Oktober hingga Desember 2025, dengan nilai total Rp600.000.

Program ini diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga berpenghasilan rendah di tengah tantangan ekonomi.

Pemerintah menargetkan seluruh 18 juta KPM menerima haknya tanpa ada yang terlewatkan.

Dengan meningkatnya kecepatan pencairan dalam beberapa hari terakhir, masyarakat berharap penyaluran dapat tuntas sebelum memasuki libur akhir tahun.

Program BPNT kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memberi perlindungan sosial yang lebih merata dan terarah.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kks lama #pencairan