RADAR BOGOR - Memasuki ujung bulan Desember 2025, proses penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) KPM semakin dipercepat.
Tiga bank penyalur utama Mandiri, BRI, dan BSI terpantau terus menyalurkan saldo bansos KPM PKH, BPNT (Tahap 2, 3, dan 4), Bantuan Penebalan hingga BLT Kesra melalui KKS.
Dikutip dari Youtube Sukron Channel, di tengah kabar gembira ini, muncul isu krusial yang menimpa KPM bansos Desil rendah (Desil 2, 3, 4) yang sudah memegang KKS baru tetapi saldonya nol, dengan status di SIKS-NG bermasalah.
Bank Penyalur yang Terisi Saldo bansos yang dicairkan meliputi:
1. KKS Lama: PKH Tahap 4 dan BPNT Tahap 4, serta BLT Kesra (jika memenuhi syarat).
2. KKS Baru: PKH Tahap 2, 3, 4, BPNT Tahap 2, 3, 4, Bantuan Penebalan (alokasi Juni-Juli), dan BLT Kesra (Rp900.000).
KPM yang saldonya sudah masuk, wajib segera melakukan pengecekan ulang dan pencairan, karena dana bansos KKS baru sering kali masuk secara bertahap.
BPNT/Sembako (Tahap 2, 3, 4, BLT Kesra, Penebalan): Maksimal 21 Desember 2025 (Minggu/Senin).
PKH: Maksimal 30 Desember 2025.
Meskipun Desil KPM memenuhi syarat (Desil 2, 3, 4), ada dua masalah utama yang menyebabkan Bansos tidak cair di KKS baru:
1. Masalah: Status Gagal Buku Rekening Kolektif (Gagal Burekol)
Penyebab: Umumnya karena data kependudukan (NIK/KK) tidak padan (anomali) di sistem Dukcapil.
Misalnya, adanya pembaruan status pernikahan, kepemilikan KK baru, atau perubahan status pendidikan.
Solusi Sementara: KPM ini masih berkesempatan menerima BLT Kesra (Rp900.000) yang disalurkan melalui Kantor Pos pada Desember ini, karena belum memiliki KKS.
Pendamping berharap setelah data kependudukan dipadankan, KPM ini bisa mendapatkan KKS tahun depan.
2. Masalah: KKS Baru Belum Terisi Saldo Sama Sekali
Penyebab: KPM sudah memegang KKS baru, namun saldo nol, dan status di SIKS-NG menunjukkan keterangan "Exclude KKS Tidak Distribusi". Padahal, KKS sudah diterima.
Analisis: Masalah ini diduga kuat merupakan kesalahan dari pihak Bank Penyalur yang belum mengaktivasi KKS baru dan melaporkan statusnya ke pusat sebagai "belum didistribusikan".
Akibatnya, bantuan (yang seharusnya diterima mulai Tahap 2, 3, 4) menjadi off dan gagal cair.
Pendamping bansos tidak berdiam diri dan telah melaporkan kasus ini secara berjenjang.
Pihak Bank kabarnya sedang melakukan rekonsiliasi data (dari tingkat provinsi hingga pusat) untuk memperbaiki status KKS yang bermasalah.
KPM yang mengalami masalah "Exclude KKS Tidak Distribusi" diimbau untuk tidak mengecek saldo terlebih dahulu dan terus berdoa.
Ada harapan besar hasil rekonsiliasi Bank dapat mengubah status penerima, sehingga bansos yang tertunda dapat disalurkan sebelum program ditutup.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga