Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkembangan PKH dan BPNT Januari-Maret 2026 Menunjukkan Status Bansos Tahap 1 Mulai Terlihat, Sistem Perlinsos Siap Berlaku Lebih Ketat

Ira Yulia Erfina • Jumat, 23 Januari 2026 | 21:39 WIB

Ilustrasi pendistribusian bansos kepada KPM.
Ilustrasi pendistribusian bansos kepada KPM.

RADAR BOGOR - Pada tahap awal tahun ini, periode penyaluran PKH Januari-Maret 2026 sudah mulai muncul di sistem penyaluran pada menu final closing. Munculnya periode tersebut menjadi sinyal bahwa proses administrasi telah berjalan. 

Namun demikian, hingga saat ini daftar nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum ditampilkan, sehingga belum bisa dipastikan siapa saja yang akan menerima pada tahap pertama ini.

Alur penyaluran bansos masih harus melewati beberapa tahapan lanjutan, mulai dari pengecekan rekening, penerbitan dokumen pencairan, hingga sinkronisasi sistem penyaluran. 

Karena proses ini cukup panjang, menurut kanal Sukron Channel, pencairan diperkirakan baru akan terealisasi secara bertahap pada kisaran Februari hingga Maret 2026.

Penerapan Sistem Baru Perlinsos dengan Seleksi Lebih Ketat

Ke depan, mekanisme perlindungan sosial akan mengalami perubahan besar melalui uji coba sistem baru bernama Perlinsos. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pendaftaran sekaligus memperketat proses seleksi penerima bantuan.

Melalui skema ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui portal daring hanya dengan menggunakan NIK KTP dan foto wajah. 

Penilaian kelayakan tidak lagi bergantung pada verifikasi manual, melainkan ditentukan secara otomatis oleh sistem yang terhubung dengan berbagai basis data nasional.

Integrasi Data untuk Menilai Kelayakan Penerima

Dalam sistem Perlinsos, NIK pendaftar akan diverifikasi secara menyeluruh melalui integrasi lintas data. Kepemilikan tanah akan terdeteksi melalui basis data pertanahan, sementara kepemilikan kendaraan bermotor dicek melalui data registrasi kendaraan. 

Penggunaan listrik juga menjadi indikator penting, karena daya dan tagihan yang tergolong tinggi dapat mencerminkan tingkat kemampuan ekonomi yang lebih baik.

Selain itu, data ketenagakerjaan dan penghasilan turut menjadi bahan penilaian untuk memastikan penerima bantuan bukan berasal dari kelompok berpendapatan tetap yang relatif tinggi. Dengan cara ini, bantuan diharapkan tidak lagi salah sasaran.

Perubahan Fokus Desil Penerima PKH dan BPNT

Saat ini, bantuan PKH masih menjangkau kelompok Desil 1 hingga Desil 4, sedangkan BPNT mencakup Desil 1 sampai Desil 5. 

Namun dalam rencana pengetatan ke depan, cakupan tersebut akan dipersempit dan difokuskan pada Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Kelompok prioritas yang dinilai paling berpeluang lolos seleksi sistem adalah lansia rentan, terutama lansia tunggal, serta penyandang disabilitas. 

Kelompok ini dianggap memiliki kebutuhan paling mendesak dan minim kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.

Dorongan Program Graduasi Penerima Lama

Selain seleksi yang semakin ketat, dorongan program graduasi juga menjadi perhatian. Keluarga yang telah menerima bantuan sosial selama lebih dari lima tahun diarahkan untuk keluar dari kepesertaan secara bertahap. 

Tujuannya agar kuota bantuan dapat dialihkan kepada warga miskin lain yang selama ini belum pernah menerima, khususnya yang berada pada Desil 1 dan 2.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #kpm #bansos #pkh