Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Revolusi Data Bansos, Digitalisasi Diperluas ke 41 Wilayah untuk Tekan Angka Salah Sasaran Penerima Manfaat, Begini Kata Mensos

Mutia Tresna Syabania • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:35 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf

RADAR BOGOR – Pemerintah secara resmi memperluas program percontohan (piloting) digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 40 kabupaten/kota dan 1 provinsi, yaitu Bali.

Langkah strategis ini diambil menyusul kesuksesan uji coba di Banyuwangi, Jawa Timur, yang terbukti ampuh meningkatkan akurasi data penerima manfaat bansos.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa transformasi bangsa harus diawali dengan keberanian dalam membenahi data nasional secara transparan dan akuntabel.

“Uji coba di Banyuwangi memberikan wawasan krusial mengenai permasalahan data bansos di lapangan,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman resmi Kemensos.

“Melalui penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berhasil memperbaiki fenomena exclusion error, kondisi di mana warga yang layak justru tidak terdaftar sebagai penerima,” ujarnya.

Sebelum digitalisasi, angka kesalahan target (exclusion error) mencapai 77,7 persen.

Setelah intervensi DTSEN, angka tersebut berhasil ditekan hingga 28,2 persen.

Dengan adopsi digitalisasi penuh, Kemensos optimistis tingkat kesalahan data dapat ditekan hingga di bawah 10 persen.

Digitalisasi bansos kini menjadi bagian dari transformasi besar-besaran melalui adopsi Digital Public Infrastructure (DPI) serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Ada beberapa pilar utama yang dibawa dalam sistem baru ini, antara lain:

• Otentikasi Biometrik, memastikan kebenaran data melalui identitas biologis penerima secara langsung guna meminimalkan penyalahgunaan identitas.

• Mekanisme Sanggah Instan, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam memutakhirkan data melalui berbagai saluran, seperti aplikasi Cek Bansos, ground check, hingga WhatsApp Center.

• Transparansi Keputusan, sistem memberikan alasan objektif mengapa seseorang layak atau tidak layak menerima bantuan sehingga mengurangi beban tekanan psikologis para pendamping sosial di lapangan.

Dengan sistem digital, proses seleksi bansos menjadi lebih adil karena berbasis bukti dan data lapangan yang terverifikasi secara sistematis.***

Editor : Eli Kustiyawati
#banyuwangi #digitalisasi bantuan sosial #uji coba #bansos #Menteri Sosial Saifullah Yusuf