RADAR BOGOR – Memasuki Maret 2026, berbagai informasi mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) menjelang Lebaran kembali menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah program dipastikan berjalan, sementara beberapa isu lain masih belum memiliki pengumuman resmi.
Berdasarkan data yang tersedia, terdapat beberapa bantuan yang telah dikonfirmasi akan direalisasikan pada bulan ini, serta sejumlah klarifikasi terhadap kabar yang belum pasti.
1. Bansos yang Dipastikan Cair di Bulan Maret 2026
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, bantuan yang sudah diumumkan secara resmi dan dipastikan cair pada Maret 2026 adalah stimulus dalam bentuk barang kebutuhan pokok.
Masyarakat akan menerima bantuan beras dengan total alokasi dua bulan sebanyak 20 kilogram. Selain itu, terdapat bantuan minyak goreng dengan alokasi dua bulan sebanyak 4 liter.
Kedua komoditas ini menjadi bagian dari skema penguatan daya beli menjelang hari besar keagamaan.
Selain bahan pangan, terdapat pula stimulus dalam bentuk potongan harga atau diskon tiket transportasi. Diskon tersebut mencakup tiket pesawat, kereta api, serta kapal laut.
Kebijakan ini ditujukan untuk membantu mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, khususnya bagi yang melakukan perjalanan antarwilayah.
2. Klarifikasi Isu Bansos yang Belum Resmi atau Belum Pasti
Di tengah beredarnya berbagai kabar, terdapat beberapa bantuan yang ramai dibicarakan, namun belum memiliki kepastian resmi untuk tahun 2026.
Salah satunya adalah bonus sebesar Rp400.000 yang sebelumnya pernah direalisasikan pada 2025. Hingga Maret 2026, belum terdapat pengumuman resmi terkait kelanjutan program tersebut.
Isu lain yang juga beredar adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000. Berdasarkan informasi yang ada, belum terdapat keterangan resmi mengenai pencairan bantuan ini pada tahun berjalan.
“Mengenai BLT Kesra tahun 2026 ini juga belum ada info resminya,” ucap narator melalui kanal YouTube-nya.
Begitu pula dengan bantuan rice cooker atau magicom, yang statusnya masih belum diumumkan kembali secara resmi sehingga belum dapat dipastikan keberlanjutannya.
3. Bantuan Khusus Wilayah Tertentu
Terdapat pula bantuan tambahan berupa PKH Plus sebesar Rp500.000.
Program ini memang sedang dalam proses pencairan tahap 1, namun bersifat khusus dan hanya diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Jawa Timur.
Pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, sehingga tidak berlaku secara nasional.
4. Update PKH dan BPNT Tahap 1
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 1, proses pencairan masih berlangsung secara bertahap.
Penyaluran diperkirakan berjalan hingga akhir Maret, bahkan berpotensi berlanjut sampai April 2026.
Skema bertahap ini menyebabkan sebagian KPM mungkin belum menerima bantuan pada waktu yang sama.
Bagi penerima yang mendapati saldo bantuan masih kosong, disarankan untuk melakukan pengecekan status kepesertaan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa status kepesertaan masih aktif dan memenuhi kriteria penerima bantuan.***
Editor : Eli Kustiyawati