RADAR BOGOR - Kementerian Sosial terus berupaya memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui sinergi antara program perlindungan sosial dan koperasi desa.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Koperasi Desa Merah Putih yang kini mulai dijalankan di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan kolaborasi ini secara resmi dilaksanakan di Desa Gejung Jati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan bahwa pemerintah siap mendorong sekitar 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH yang ada di Jawa Timur untuk menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.
Jutaan Keluarga Penerima Manfaat Siap Bergabung
Secara nasional, terdapat lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat PKH yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 6 juta di antaranya berada di Provinsi Jawa Timur, dan sekitar 600.000 keluarga berada di Kabupaten Pasuruan.
Selain itu, di Kabupaten Pasuruan sendiri tercatat sekitar 229.000 keluarga penerima manfaat yang akan didorong untuk aktif menjadi anggota koperasi desa.
"Seluruh Indonesia ada 18 juta lebih keluarga penerima manfaat, 6.000.000 di antaranya berada di Jawa Timur 600.000 diantaranya berada di kab Pasuruan, mudah-mudahan dengan adanya koperasi desa merah putih ini menjadi bagian dari program pemberdayaan pemerintah," kata Gus Ipul, dikutip dari YouTube Kemensos RI.
Pemerintah berharap keterlibatan para penerima manfaat dalam Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi bagian penting dari program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Dari Pembeli Menjadi Pemilik
Menurut Gus Ipul, keanggotaan dalam koperasi membuka peluang bagi para penerima manfaat untuk tidak sekadar menjadi konsumen atau pembeli, tetapi juga menjadi pemilik yang turut merasakan keuntungan ekonomi dari koperasi tersebut.
Hal ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Pentingnya Data yang Akurat dalam Penanganan Kemiskinan
Gus Ipul juga menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat sebagai dasar dalam penanganan kemiskinan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan data yang tepat dan valid, intervensi pemerintah diharapkan dapat lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan Kartu Anggota Koperasi dan Bantuan Operasional
Dalam kegiatan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Menteri Koperasi Feri Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Fariha secara simbolis menyerahkan kartu anggota koperasi kepada para keluarga penerima manfaat.
Selain itu, berbagai bantuan juga disalurkan guna mendukung operasional koperasi dan mendorong pemberdayaan masyarakat desa.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak serta Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, yang menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap program kolaborasi ini.
Bantuan Sosial Bersifat Sementara, Pemberdayaan Harus Berlangsung Selamanya
Pemerintah menegaskan bahwa sinergi antara program perlindungan sosial dan koperasi desa ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa sekaligus mendorong kemandirian para keluarga penerima manfaat.
Sejalan dengan semangat yang terus digaungkan oleh Kementerian Sosial, bantuan sosial memang bersifat sementara, namun pemberdayaan masyarakat harus berlangsung selamanya.
Dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan, pemerintah optimis bahwa masyarakat desa dapat tumbuh menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan sosial dalam jangka panjang.***
Editor : Eli Kustiyawati