RADAR BOGOR - Pemerintah memberikan klarifikasi penting bagi para penerima bansos tentang status pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2. Saat ini, data penerima masih dalam tahap verifikasi rekening oleh bank penyalur seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
Informasi yang beredar di masyarakat bahwa dana PKH tahap 2 sudah dicairkan secara merata adalah berita bohong. Pemerintah mengajak KPM (Keluarga Penerima Manfaat) untuk bersabar dan hanya percaya informasi resmi dari pendamping sosial atau aplikasi SIKS-NG, melansir dari kanal YouTube Anamovie.
Data PKH Sedang Diverifikasi, Belum Cair
Tahap verifikasi rekening yang sedang berlangsung merupakan proses administratif penting agar data setiap penerima bansos valid sebelum dana benar-benar ditransfer ke rekening.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Periode April-Juni 2026 Sudah Cair? Cek Fakta Selengkapnya di Sini
Proses ini melibatkan bank-bank penyalur yang akan memastikan setiap identitas KPM sudah akurat dan terdaftar dengan benar di sistem. Sampai status berubah menjadi Standing Instruction (SI) dan dilanjutkan dengan Surat Perintah Membayar (SPM), pencairan bansos tahap 2 belum dapat dilakukan.
“Saat ini data untuk PKH sedang dalam tahap verifikasi rekening oleh bank penyalur seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI. Jadi sekarang ini jelas ya, untuk tahap duanya ini baru masuk tahap persiapan jadi belum ada pencairan ya,” ulas narator kanal Anamovie.
Syarat Utama: Pastikan Status Anda Masih Aktif di Desil 1-4
Agar dapat menerima bansos PKH tahap 2, setiap KPM harus memastikan beberapa hal penting. Status kelayakan harus masih aktif dan berada di desil 1 hingga desil 4. Bagi KPM yang berada di desil 5 ke atas, ada kemungkinan sudah tidak lagi menerima PKH dan BPNT, meski masih tercakup dalam KIS PBI (Jaminan Kesehatan).
Desil 5 ke atas dianggap sebagai keluarga yang kondisi ekonominya relatif cukup, sehingga fokus pemerintah kini ditujukan khusus pada KPM di desil 1 hingga 4 yang statusnya lebih rentan.
Jika status Anda berubah, misalnya karena ekonomi meningkat atau ada anggota keluarga menjadi ASN, status kelayakan bisa berubah dan Anda akan diekslusikan dari program.
Masalah Data Jadi Penyebab Utama Belum Terima Bansos
Banyak KPM yang sampai sekarang belum menerima bansos tahap 1 susulan karena berbagai masalah data. Masalah-masalah tersebut antara lain:
Baca Juga: Audiensi Kades di Bogor Barat dengan Bupati Bogor, Sampaikan Aspirasi Pembangunan hingga Pemekaran
-Data tidak sinkron: Nama di KK dan KTP tidak sama dengan yang terdaftar di Dukcapil, atau ada perbedaan penulisan nama, tempat, dan tanggal lahir di kedua dokumen tersebut.
-Data tidak mutakhir: KPM yang pindah tempat, ada anggota keluarga meninggal, ada anggota keluarga baru, atau status pernikahan berubah tetapi belum diperbarui di sistem.
-Kesalahan input data: Petugas mungkin salah mengetik nama atau data penting lainnya, bahkan hanya kurang satu huruf pun akan menyebabkan data tidak valid.
-Belum terdaftar: KPM belum tercatat sebagai penerima bansos dalam sistem.
-Status diekslusikan: Kelayakan berubah karena desil tinggi, ada anggota keluarga menjadi ASN, atau faktor lain yang mengakibatkan pengeluaran dari program.
Baca Juga: Pemkab Bogor Data 7 Simpang Mulai dari Pasir Muncang untuk Atasi Macet di Kawasan Puncak
Segera lakukan sinkronisasi data dengan petugas desa atau kelurahan setempat untuk memastikan semua informasi Anda akurat dan terkini.
Program Lain: PIP Mulai Disalurkan, Bansos Beras Masih Terkendala
Kabar baik datang dari Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa kelas akhir (6, 9, dan 12) yang sudah mulai disalurkan secara bertahap ke rekening penerima. Pemerintah berharap pencairan PIP akan terus berjalan di minggu-minggu mendatang.
Sementara itu, bansos beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter masih mengalami kendala teknis dalam distribusi. Pemerintah berjanji untuk mengatasi kendala tersebut dan menargetkan pencairan dapat berjalan lancar di minggu atau akhir bulan depan.
Hindari Kabar Hoaks Tentang Pencairan Bansos
Masyarakat diminta waspada terhadap informasi yang beredar bahwa bansos PKH tahap 2 sudah dicairkan secara merata. Informasi semacam itu adalah hoaks dan tidak akurat. Saat ini status di aplikasi SIKS-NG masih menunjukkan tahap verifikasi rekening, belum berubah menjadi Standing Instruction.
Bagi Anda yang masih menunggu pencairan bansos tahap 2, dihimbau untuk tetap bersabar sambil memastikan data Anda sudah valid dan terkini. Segera hubungi pendamping sosial atau petugas setempat jika menemukan masalah data atau ingin memverifikasi status kelayakan Anda.
Ingat, informasi resmi hanya dari pendamping sosial dan aplikasi SIKS-NG. Jangan sampai terjebak hoaks yang mengatakan dana sudah cair, sehingga Anda melakukan hal-hal yang tidak perlu. Pantau terus perkembangan terbaru melalui saluran resmi dan percayakan proses verifikasi kepada pemerintah.***
Editor : Asep Suhendar