RADAR BOGOR - Kabar terbaru mengenai pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua akhirnya mulai menunjukkan perkembangan.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, pada Minggu 26 April 2026 hasil pengecekan saldo bansos mengungkap adanya perubahan status yang cukup signifikan dalam sistem penyaluran bantuan.
Berdasarkan informasi terkini, proses penyaluran bantuan PKH kini telah memasuki tahap belum SPM.
Baca Juga: Menembus Pasar Global, SMK Kehutanan Bakti Rimba Siapkan Rimbawan Muda Berkarier di Jepang
Status ini menandakan bahwa proses pengecekan rekening penerima manfaat telah selesai dilakukan.
Artinya, data rekening sudah diverifikasi pada tahap awal, meskipun belum seluruhnya dinyatakan lolos.
Dalam proses tersebut, terdapat tiga kemungkinan hasil yang dialami oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Baca Juga: Kontes Ikan Cupang Meriahkan HUT ke-27 Kota Depok, 1.310 Peserta Berebut Piala Wali Kota
Pertama, rekening berhasil diverifikasi dan dinyatakan valid.
Kedua, gagal verifikasi rekening akibat ketidaksesuaian data. Ketiga, gagal dalam proses pengecekan rekening secara keseluruhan.
Bagi penerima yang mengalami kegagalan verifikasi, peluang untuk melanjutkan ke tahap berikutnya secara otomatis terhenti.
Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksinkronan data antara sistem kependudukan dan data perbankan.
Oleh karena itu, validitas data menjadi faktor krusial dalam kelancaran pencairan bantuan.
Sementara itu, bagi KPM yang berhasil melewati tahap verifikasi, proses akan berlanjut ke tahap SPM (Surat Perintah Membayar).
Tahap ini menjadi penentu sebelum dana benar-benar ditransfer ke rekening penerima.
Hal serupa juga terjadi pada penyaluran BPNT tahap kedua yang mencakup alokasi bulan April hingga Juni 2026.
Statusnya kini telah berada pada fase yang sama, yaitu belum SPM, yang berarti proses administrasi masih berlangsung.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 Terhambat: Masalah Teknis atau Data Tidak Valid? Ini Penjelasan Lengkapnya
Namun, meskipun ada perkembangan positif dalam sistem, hasil pengecekan saldo melalui aplikasi perbankan menunjukkan bahwa dana bantuan masih belum cair hingga saat ini.
Salah satu contoh pengecekan saldo pada rekening KKS Bank Mandiri menunjukkan saldo yang masih tersisa dari pencairan sebelumnya, tanpa adanya tambahan dana baru.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun proses administrasi telah berjalan, pencairan dana belum dilakukan.
Masyarakat diharapkan tetap bersabar sembari menunggu proses lanjutan seperti penerbitan SPM dan tahap SP2D sebelum dana benar-benar masuk ke rekening.
Dengan perkembangan yang ada, harapan besar tertuju pada kelancaran proses berikutnya agar pencairan dapat dilakukan dalam waktu dekat, kemungkinan pada akhir April atau awal Mei 2026.
Konsistensi dan akurasi data tetap menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan dapat diterima tepat sasaran.***
Editor : Asep Suhendar