RADAR BOGOR - Sebanyak 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sudah mulai menyalurkan bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap kedua tahun 2026.
"Kabar baik yang baru masuk saldo bantuan sudah mulai beransur-ansur tercairkan ke rekening para keluarga penerima manfaat atau KPM secara bertahap," tutur kanal Info Bansos.
Walau begitu, sejumlah KPM mengeluhkan saldo bantuan belum masuk, padahal telah tervalidasi sebagai penerima dua bantuan sekaligus.
Diketahui, KPM yang awalnya merupakan penerima BPNT murni, tervalidasi menjadi anggota bansos PKH baru pada pencairan tahap kedua.
"Begitupun juga sebaliknya ada penerima PKH mendapatkan bonus bantuan BPNT," ungkap kanal Info Bansos.
Baca Juga: Pemkab Bogor Tinjau Kondisi MTs Yasnifa Nurul Falah di Jonggol, Siapkan Perbaikan Bertahap
KPM yang belum menerima pencairan bansos jangan langsung kecewa, karena sebagian besar masih berstatus berhasil cek rekeing saat dicek di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG).
Menurut kanal Info Bansos, keterlambatan pencairan sebenarnya merupakan hal yang wajar karena bantuan dilakukan secara bertahap dan KPM tervalidasi menerima dua bantuan sekaligus.
KPM tinggal menunggu saldo bantuan masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau surat perintah pencairan dana (SPPD) diturunkan.
Sementara itu, ada faktor yang menyebabkan KPM yang berstatus tidak berhasil atau gagal cek rekening di SIKS NG.
Seringkali, KPM mengalami masalah karena adanya perbedaan data antara dokumen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan data di perbankan.
Perbedaan satu huruf antara kedunta bisa menyebabkan masalah, sehingga KPM bisa terancam tidak menerima pencairan bansos.
Oleh karenanya, KPM diharapkan segera menghubungi pendamping sosial untuk mendapatkan arahan agar bisa keluar dari status gagal cek rekening.
Editor : Siti Dewi Yanti