RADAR BOGOR - Pemerintah Republik Indonesia tengah mematangkan skema bantuan sosial (bansos) baru yang adaptif terhadap perubahan iklim jelang Idul Adha.
Dilansir dari YouTube ERABARU BANSOS, langkah ini diwujudkan melalui rencana peluncuran program bansos penebalan yang dirancang khusus untuk memitigasi dampak ekonomi akibat fenomena alam El Nino ekstrem di sejumlah daerah.
Program yang konsisten digulirkan sejak beberapa tahun terakhir ini kembali diprioritaskan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat prasejahtera bansos, yang berada pada klaster desil 1 hingga desil 4 dalam basis data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Baca Juga: 5 Kriteria KPM Exclude Penyebab Bansos Tidak Cair, Berikut Kuota Penerima Bantuan PKH dan BPNT 2026
Target utama dari bantuan ini meliputi para pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), serta KPM bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra.
1. Progres Pencairan Rutin Menjelang Hari Raya Iduladha
Di samping menyiapkan program baru, pemerintah saat ini berfokus menuntaskan kuota penyaluran 100% untuk bansos reguler Tahap 2.
Saldo PKH dan BPNT terus dikirimkan secara bertahap ke rekening KPM.
Baca Juga: Mahasiswa UNB Antusias Belajar Produksi Podcast di Radar Bogor
Sejumlah wilayah terpantau telah mencatatkan transaksi sukses, seperti di Kabupaten Ciamis (Jawa Barat), beberapa titik di Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, hingga Kabupaten Pidie di Provinsi Aceh.
Selain bansos reguler, sektor pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikbudristek juga mencatatkan percepatan pencairan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA yang telah merampungkan aktivasi rekening Simpanan Pelajar (Simpel) di Bank BRI dan BNI dengan rincian dana penunjang sebagai berikut:
Siswa SD: Rp450.000 per tahun.
Siswa SMP: Rp750.000 per tahun.
Siswa SMA/SMK: Rp1.800.000 per tahun.
Baca Juga: Klaim Zero Emission, Pengelolaan Sampah Berbasis WTE Bogor Disebut Lebih Bersih dari TPA
2. Hasil RDP Komisi IV DPR RI dan Perum Bulog Terkait Bantuan Tambahan
Pada usulan terbaru dari legislatif, terdapat sedikit penyesuaian komponen komoditas dibandingkan penyaluran fase pertama (Februari-Maret) lalu yang mengombinasikan beras dan minyak goreng.
"Kalau yang bantuan pangannya ke depan kita fokuskan. Kami sarankan ee sesuai dengan rapat RDP adalah berasnya saja, tidak dengan minyaknya. Karena yang memang disetujui oleh Komisi 4 adalah berasnya saja," ujar narator dalam YouTube ERABARU BANSOS.
Melalui skema usulan komisi tersebut, setiap penerima manfaat akan dialokasikan hak beras premium sebanyak 10 kg per bulan, sehingga akumulasi total yang dibawa pulang selama dua bulan masa edar adalah 20 kg beras.
3. Skema Anggaran dan Target Penerima Skala Nasional
Secara keseluruhan, jika mengacu pada rancangan jangka panjang program ketahanan pangan nasional, proyeksi total anggaran yang disiapkan untuk menopang ketahanan operasional logistik ini mencapai Rp11,92 triliun.
Penugasan penuh penyediaan barang hingga distribusi di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada Perum Bulog.
Program penguatan pangan bansos ini ditargetkan mampu menyasar hingga 33 juta jiwa penerima di seluruh wilayah Indonesia.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube ERABARU BANSOS