RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti PKH, BPNT, PIP, dan ATENSI YAPI masih berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Proses pencairan bansos PKH BPNT dilakukan melalui beberapa bank penyalur dan sangat bergantung pada kesiapan data serta status penerima dalam sistem.
Pergerakan status dalam sistem pendataan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan tahapan pencairan bansos PKH BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
1. Penyaluran PKH dan BPNT Masih Berlangsung Bertahap
Melansir dari kanal Youtube Anamovie pada Sabtu, 30 Mei 2026, Penyaluran PKH dan BPNT masih dilakukan di berbagai bank penyalur seperti BSI, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.
Proses pencairan tidak berlangsung secara serentak, sehingga setiap daerah memiliki waktu pencairan yang berbeda. Dalam sistem SIKS-NG, status Standing Instruction (SI) menjadi tanda bahwa data KPM sudah masuk tahap lanjut proses pencairan.
Sementara itu, status SPM atau verifikasi rekening yang telah berhasil menunjukkan data sudah diproses, namun dana belum selalu langsung masuk sehingga diperlukan pemantauan berkala.
2. Penyaluran Program PIP dan ATENSI YAPI
Program Indonesia Pintar (PIP) masih dalam proses penyaluran bertahap dan belum merata di seluruh wilayah. Proses ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan data dari pihak sekolah dan instansi terkait.
Untuk ATENSI YAPI, bantuan bagi anak yatim piatu juga masih dalam tahap administrasi dan verifikasi data sehingga pencairannya membutuhkan waktu lebih panjang dibanding program lainnya.
3. Wilayah dengan Indikasi Pencairan bagi Status SI
Sejumlah wilayah dengan status Standing Instruction disarankan untuk melakukan pengecekan saldo KKS karena terdapat indikasi pergerakan pencairan dana.
Wilayah tersebut meliputi Lampung Selatan (Lampung), Musirawas (Sumatera Selatan), Kubu Raya (Kalimantan Barat), Mojokerto (Jawa Timur), Bangka Barat (Bangka Belitung), Sumba Tengah (NTT), Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), Halmahera Tengah (Maluku Utara), dan Bengkulu Selatan (Bengkulu). Proses pencairan di setiap wilayah dapat berbeda meskipun berada dalam periode yang sama.
4. Faktor Penyebab Bansos Belum Cair
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bantuan belum diterima oleh sebagian KPM. Salah satunya adalah ketidaksesuaian data kependudukan seperti NIK, nama, atau tanggal lahir dengan data Dukcapil.
Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Sempur Kaler Bogor, 2 KK Mengungsi
“Jika status di aplikasi baru menunjukkan SPM atau berhasil cek rekening, KPM disarankan untuk menunggu dan tidak perlu terlalu sering mengecek ke ATM atau agen," jelas narator melalui kanal Youtube Anamovie.
Selain itu, perubahan data keluarga seperti perpindahan alamat, perubahan status pernikahan, atau data anggota keluarga yang belum diperbarui juga dapat memengaruhi proses penyaluran.
Faktor lain meliputi kesalahan input data, perubahan status kelayakan karena peningkatan kondisi ekonomi, serta posisi desil yang tidak termasuk prioritas utama (umumnya desil 1-4).
Dalam kondisi tertentu, penyesuaian data dapat dilakukan melalui perangkat desa atau kelurahan setempat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga