RADAR BOGOR - Pencairan bansos susulan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua mulai terpantau berlangsung pada awal Juni 2026.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan dana bantuan sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening yang terhubung dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya melalui bank penyalur BNI.
Melansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Selasa 2 Juni 2026, masuknya dana BPNT susulan ini menjadi perkembangan terbaru dalam proses penyaluran bantuan yang masih berjalan secara bertahap di berbagai daerah.
Karena dilakukan secara bertingkat, belum seluruh penerima mendapatkan bantuan pada waktu yang sama sehingga masih dimungkinkan adanya perbedaan jadwal pencairan antarwilayah.
BNI menjadi salah satu bank penyalur yang saat ini menyalurkan bantuan susulan kepada KPM. Sebelumnya, proses distribusi bantuan juga telah berlangsung melalui bank penyalur lainnya.
Dengan mulai masuknya dana di sejumlah rekening penerima, cakupan penyaluran BPNT tahap kedua terus bertambah di berbagai daerah.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Papua Tak Mengorbankan Alam dan Budaya
Wilayah yang Terpantau Sudah Menerima Pencairan BPNT melalui BNI
Berdasarkan laporan yang beredar dari para penerima bantuan, sejumlah daerah telah menunjukkan adanya pencairan dana BPNT susulan melalui rekening BNI.
Jawa Barat
Beberapa wilayah di Jawa Barat yang dilaporkan telah menerima bantuan antara lain:
- Cibadak
- Bandung Barat
- Kota Bandung
- Bekasi
- Indramayu
- Karawang
- Purwakarta
- Sukabumi
- Kota Cimahi
Baca Juga: Sunset di Kebun Phase 2 Siap Hadir Kembali di Kebun Raya Bogor, Tiket Dijual Mulai 9 Juni 2026
DKI Jakarta
Pencairan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta, meliputi:
- Jakarta Barat
- Jakarta Pusat
- Jakarta Selatan
- Jakarta Timur
- Jakarta Utara
- Warakas
Jawa Timur
Di Jawa Timur, laporan pencairan berasal dari berbagai kabupaten dan kota, yaitu:
- Bojonegoro
- Ponorogo
- Probolinggo
- Sidoarjo
- Situbondo
- Trenggalek
- Tuban
- Tulungagung
- Kota Batu
- Kota Blitar
- Ngawi
- Pacitan
- Pamekasan
- Jombang
- Bondowoso
- Kediri
- Lumajang
- Madiun
- Mojokerto
Baca Juga: Keselamatan Jadi Prioritas, Perbaikan Drainase di Jalan Dadali Kota Bogor Dipastikan Berlanjut
Bali
Beberapa wilayah di Bali yang dilaporkan telah menerima bantuan meliputi:
- Badung
- Gianyar
- Jembrana
Daerah Lainnya
- Kota Tangerang
- Tangerang Selatan
- Bantul
- Kulonprogo
- Yogyakarta
- Jayapura
- Majene
- Mamuju Tengah
- Maros
- Palopo
- Karanganyar
- Klaten
Baca Juga: Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten Bogor Resmi Dilantik, Targetkan Prestasi Nasional
- Kudus
- Magelang
- Pekalongan
- Pemalang
- Rembang
- Wonogiri
- Wonosobo
- Salatiga
- Kota Semarang
- Kota Surakarta
- Kubu Raya
- Bontang
- Tarakan
Baca Juga: Kuta Udaya Wangsa: Spirit Besar Kabupaten Bogor Menuju Pusat Peradaban Nusantara
Penyaluran Masih Berlangsung Bertahap
Meskipun sejumlah daerah telah melaporkan masuknya saldo bantuan, proses penyaluran BPNT susulan tahap kedua masih berlangsung sepanjang bulan Juni 2026.
“Setiap daerah memiliki waktu pencairan yang berbeda karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, KPM diimbau untuk terus mengecek saldo secara berkala melalui kartu KKS atau aplikasi mobile banking seperti Wondr BNI,” ungkap narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Perbedaan waktu pencairan dapat dipengaruhi oleh proses administrasi, validasi data, hingga mekanisme distribusi yang dilakukan secara bertahap oleh masing-masing bank penyalur.
Oleh sebab itu, pengecekan saldo secara berkala masih menjadi langkah yang dapat dilakukan oleh penerima bantuan.
Imbauan bagi KPM
Bagi KPM yang menunggu pencairan BPNT tahap kedua, penting untuk terus memantau perkembangan melalui saluran resmi.
Pengecekan dapat dilakukan menggunakan KKS maupun layanan perbankan yang tersedia sesuai bank penyalur masing-masing.
Selain itu, masyarakat juga disarankan memanfaatkan layanan resmi pemerintah untuk memastikan status kepesertaan dan perkembangan bantuan yang diterima.
Dengan memperoleh informasi dari sumber resmi, risiko menerima informasi yang keliru atau menyesatkan dapat diminimalkan.
Selama proses penyaluran masih berjalan, penerima bantuan diharapkan tetap mengikuti informasi terbaru dan melakukan pengecekan secara berkala guna mengetahui perkembangan pencairan BPNT susulan tahap kedua tahun 2026.
Editor : Asep Suhendar