RADAR BOGOR - Menjelang berakhirnya masa penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap 2, proses pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali mengalami perkembangan.
Diketahui bahwa sudah diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) susulan Termin ke-6 yang menjadi kesempatan terakhir bagi sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH dan BPNT yang sebelumnya belum menerima bantuan pada Tahap 2 periode April hingga Juni 2026.
Melansir dari kanal Youtube Erabaru Bansos pada Minggu, 28 Juni 2026, penerbitan SP2D susulan ini menandai bahwa proses administrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 telah memasuki tahap akhir.
Baca Juga: KKS Wajib Dicek! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Masuki Batas Akhir Pencairan
Sejumlah penerima bansos PKH dan BPNT tahap 2 yang sebelumnya masih menunggu validasi kini mulai mendapatkan kepastian pencairan, sementara sebagian lainnya masih berada dalam proses penyelesaian administrasi menjelang dimulainya penyaluran Tahap 3 pada Juli 2026.
SP2D Susulan Termin 6 Resmi Diterbitkan
SP2D susulan Termin ke-6 telah diterbitkan sebagai bagian dari penyelesaian penyaluran PKH Tahap 2.
Status pada sistem telah berubah menjadi Standing Instruction (SI), yang menunjukkan dana bantuan telah dipindahbukukan dari kas negara ke rekening bank penyalur dan siap diterima oleh KPM sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Juli 2026, Ada Rapelan hingga Bantuan Rp5 Juta
Pada termin susulan ini, tercatat sebanyak 22.928 KPM masuk dalam daftar penerima pencairan.
Rincian Penyaluran Berdasarkan Bank Penyalur
Dana bantuan disalurkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himbara serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Adapun rincian jumlah penerima pada Termin ke-6 meliputi:
- Bank BNI menjadi bank dengan jumlah penerima terbanyak, yakni sekitar 18 ribu KPM.
- Penyaluran melalui Bank BRI mencakup 2.686 KPM.
- Bank BSI menyalurkan bantuan kepada 1.225 KPM.
- Distribusi bantuan melalui Bank Mandiri mencakup 872 KPM.
Baca Juga: SP2D Termin 6 Terbit, Bansos PKH Tahap 2 Susulan Mulai Cair ke KKS
Perbedaan jumlah penerima pada masing-masing bank dipengaruhi oleh hasil validasi data dan wilayah penyaluran masing-masing KPM.
Kelompok KPM yang Mendapatkan Pencairan Susulan
Sebagian besar penerima pada termin terakhir ini berasal dari kelompok yang baru dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui proses validasi data.
Kelompok pertama adalah penerima BPNT murni yang berhasil lolos validasi sistem sehingga ditetapkan sebagai penerima PKH baru secara otomatis.
Baca Juga: Kabar Gembira, Penerima KKS Baru Berpotensi Dapat Bansos Dobel Juni 2026
Dengan perubahan status tersebut, mereka berhak menerima bantuan PKH di samping BPNT sesuai ketentuan yang berlaku.
Kelompok berikutnya merupakan KPM lama yang telah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak beberapa tahun lalu, namun penyaluran bantuannya sempat terhenti.
Setelah dilakukan pemutakhiran dan verifikasi data, kepesertaan mereka kembali dinyatakan aktif sehingga bantuan dapat disalurkan kembali.
Baca Juga: Jangan Lewatkan KPM, Ada Skema Bansos Baru di Juli 2026, Dapat Beras Lebih Banyak
Penyaluran PKH Nasional Telah Mencapai Lebih dari 95 Persen
Hingga penerbitan SP2D Termin ke-6, realisasi penyaluran PKH secara nasional telah mencapai 9.576.161 KPM dari target sekitar 10 juta penerima. Dengan demikian, tingkat serapan bantuan telah mencapai sekitar 95,76 persen.
“Berdasarkan data komparatif dari termin 1 hingga termin 6, serapan bantuan PKH secara nasional telah menyentuh angka 9.576.161 KPM dari total kuota 10 juta KPM,” ucap narator melalui kanal Youtube Erabaru Bansos.
Adapun akumulasi penyaluran berdasarkan lembaga penyalur terdiri atas:
- Bank BNI sekitar 3 juta penerima.
- Bank BRI sekitar 3 juta penerima.
- Bank BSI sekitar 312 ribu penerima.
- Bank Mandiri mencatat penyaluran kepada kurang lebih 22 ribu KPM.
- PT Pos Indonesia sebanyak 404.771 penerima.
Baca Juga: Batas Akhir Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tinggal Hitungan Hari, Segera Cek KKS
Data tersebut menunjukkan sebagian besar target penyaluran telah terealisasi, meskipun masih terdapat sejumlah penerima yang belum memperoleh bantuan hingga akhir periode.
Sisa Kuota Berpotensi Masuk Penyaluran Tahap 3
Masih terdapat sekitar 4,24 persen kuota yang belum terserap. Kelompok ini umumnya merupakan KPM yang masih menjalani proses pengecekan rekening, penerima baru hasil perluasan, maupun penerima yang baru memperoleh KKS sehingga belum sempat menerima pencairan pada Tahap 2.
Karena waktu penyaluran Tahap 2 semakin mendekati batas akhir dan Tahap 3 akan segera dimulai pada Juli 2026, terdapat kemungkinan sisa bantuan tersebut disalurkan bersamaan pada periode berikutnya apabila seluruh proses administrasi telah selesai.
Baca Juga: Masih Cair! Daftar Bansos PKH, BPNT, PIP hingga BLT Desa yang Berjalan
Dengan kondisi tersebut, sebagian KPM berpotensi menerima pencairan yang mencakup alokasi Tahap 2 yang tertunda dan Tahap 3 sesuai hasil verifikasi akhir.
Namun demikian, mekanisme pencairan tetap bergantung pada hasil validasi data dan keputusan resmi dari Kementerian Sosial.
Batas Akhir Penyaluran Tahap 2
Masa penyaluran PKH dan BPNT Tahap 2 dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2026. Menjelang batas waktu tersebut, proses pemutakhiran data dan penyelesaian administrasi masih terus berlangsung agar penyaluran dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Baca Juga: Update Bansos Tambahan Pangan 27 Juni 2026, Cek Mekanisme Penyalurannya
KPM yang telah menerima dana bansos di rekening KKS disarankan segera melakukan pengecekan saldo melalui ATM maupun agen bank resmi.
Langkah tersebut penting untuk memastikan status pencairan telah sesuai dengan data masing-masing penerima serta menghindari kendala administrasi apabila terdapat proses lanjutan setelah periode penyaluran berakhir.***
Editor : Ira Yulia Erfina