RADAR BOGOR - Memasuki penghujung periode penyaluran tahap kedua tahun 2026 yang mencakup bulan April, Mei, dan Juni, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan bahwa bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT mereka baru saja masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), baik kartu lama maupun kartu baru.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, laporan pencairan ini diterima pada 28–29 Juni 2026, hanya menyisakan dua hari sebelum periode tahap kedua berakhir dan persiapan penyaluran tahap ketiga dimulai untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Rincian Pencairan yang Dilaporkan
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026 Dimulai, KPM Wajib Tahu 3 Syarat Ini
Berikut sejumlah laporan pencairan bansos yang masuk dari berbagai KPM:
- KKS Bank Mandiri: KPM dengan komponen lansia menerima pencairan PKH dan BPNT tahap kedua sebesar Rp1.200.000.
- KKS Bank BRI (lama, terbitan 2021): KPM menerima pencairan BPNT susulan senilai Rp600.000.
- KKS Bank BRI (baru): KPM dengan komponen anak balita atau ibu hamil ditambah satu anak SD menerima PKH senilai Rp975.000.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026 Dimulai, KPM Wajib Tahu 3 Syarat Ini
- KKS Bank BNI (terbitan 2025): KPM menerima PKH senilai Rp1.500.000, sementara BPNT juga dilaporkan cair pada hari yang sama.
- KKS Bank Mandiri (hari ini): KPM menerima pencairan BPNT plus PKH senilai Rp1.200.000.
Imbauan bagi KPM yang Belum Cek Saldo
Bagi KPM yang belum melakukan pengecekan saldo KKS, sangat disarankan untuk segera mengecek saldo melalui ATM, agen bank terdekat, atau aplikasi Cek Bansos.
Baca Juga: Pemilik KKS Bansos Wajib Lakukan Ini agar Pencairan Bansos Tahap 3 Aman
Pencairan susulan tahap kedua masih berlangsung dan bisa saja saldo bantuan sudah masuk tanpa sepengetahuan penerima.
Adapun bagi KPM yang hingga akhir Juni 2026 belum menerima pencairan bantuan sosial tahap kedua, baik melalui KKS lama maupun KKS baru, disarankan untuk segera menghubungi pendamping PKH setempat guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait status pencairan.***
Editor : Eli Kustiyawati