Benarkah Kenaikan Desil Akibat Sensus Ekonomi? Ini Penjelasan Lengkapnya

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 07:11 WIB
Ilustrasi sensus ekonomi KPM. (Foto: YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi sensus ekonomi KPM. (Foto: YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan berbagai cerita dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos terkait perubahan tingkat desil kesejahteraan mereka secara tiba-tiba.

Banyak yang mengaitkan perubahan ini dengan pelaksanaan sensus ekonomi yang sedang berlangsung.

Namun, benarkah kaitan tersebut? Simak penjelasannya dilansir dari YouTube Diary Bansos.

Fenomena Kenaikan Desil yang Ramai di Media Sosial

Berbagai keluhan dan pertanyaan bermunculan di grup-grup media sosial, mulai dari KPM yang desilnya melonjak dari desil 1 menjadi desil 6 hingga 10, hingga yang mengalami perubahan dari desil 2 menjadi desil 4.

Baca Juga: Daftar Nominal Bansos PKH dan BPNT Terbaru 2026, Cek Rincian Lengkap per Komponen

Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan proses sensus ekonomi yang tengah berjalan.

Sensus Ekonomi Belum Selesai, Belum Berpengaruh Langsung

Perlu diketahui bahwa proses sensus ekonomi yang saat ini berlangsung dijadwalkan berakhir hingga akhir Agustus 2026 dan masih dalam proses pelaksanaan.

Karena proses ini belum selesai, maka sensus ekonomi yang sedang berjalan saat ini belum memiliki pengaruh langsung terhadap perubahan desil maupun kelayakan penerimaan bansos.

Baca Juga: PKH dan BPNT Cair 20 Juli 2026, Ini Kelompok Penerima dan Cara Cek Daftar Penerima Bansos

Dasar Penentuan Desil Bansos

Penentuan desil kesejahteraan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak hanya bersumber dari satu jenis data sensus saja, melainkan berasal dari berbagai sumber data lain, seperti:

Baca Juga: Rencana Bansos Lewat KDMP, Bantuan Beras Cair Agustus, dan Penjelasan Saldo KKS Rp600.000

Perubahan desil sangat mungkin terjadi apabila terdapat perubahan pada aset, pengeluaran, atau kebutuhan listrik dari KPM yang bersangkutan.

Selain itu, menjelang penyaluran tahap ketiga, Kementerian Sosial juga melakukan proses tarik data ke masing-masing daerah, yang didasarkan pada hasil pemutakhiran data terbaru dari wilayah masing-masing.

Cara Mengajukan Perbaikan Data Desil

Bagi KPM yang merasa desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya, terdapat dua cara yang dapat ditempuh untuk mengajukan usulan pembaruan data:

Baca Juga: Update Status PKH BPNT Tahap 3 di SIKS-NG Juli 2026, Benarkah Cair 20 Juli? Ini Penjelasannya

Masyarakat diimbau untuk tidak perlu khawatir menghadapi sensus ekonomi, karena kegiatan ini memang telah diatur dalam undang-undang dan wajib dilaksanakan.

Baca Juga: Update Bansos Tahap 3 2026, Persiapan Data DTSEN dan Rencana Sistem Koperasi Merah Putih

Masyarakat disarankan untuk memberikan data sesuai kondisi sebenarnya, karena hal ini akan berpengaruh pada penilaian tingkat kesejahteraan secara keseluruhan, yang pada akhirnya menentukan kelayakan penerimaan bantuan sosial di masa mendatang.

Kenaikan atau penurunan desil kesejahteraan KPM saat ini bukan disebabkan oleh sensus ekonomi yang masih berjalan, melainkan hasil dari pemutakhiran data dari berbagai sumber yang terintegrasi dalam DTSEN.

Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan perbaikan melalui kanal resmi yang telah disediakan pemerintah.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Diary bansos
kpm bansos sensus ekonomi Desil Kesejahteraan