RADAR BOGOR – Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) triwulan ketiga alokasi Juli hingga September 2026 kian meluas secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data resmi Kementerian Sosial, target penerima bantuan sosial reguler ini menjangkau lebih dari 7 juta KPM untuk PKH dan lebih dari 12 juta KPM untuk program sembako/BPNT.
Dilansir dari kanal akun YouTube Info Bansos, di bawah ini merupakan rangkuman kabar terbaru terkait bantuan sosial:
Berdasarkan pemantauan mutasi digital dan bukti transaksi struk penarikan tunai per 9 Agustus 2026, gelombang pencairan tahap ketiga didominasi secara masif oleh kartu KKS terbitan Bank Mandiri, disusul penyaluran bertahap di Bank BRI, BNI, dan BSI.
Baca Juga: Aktivasi Dua Koridor Tambahan Biskita, Pemkot Bogor Minta Pemerintah Pusat Ikut Bantu Subsidi
Nominal penarikan terpantau bervariasi mulai dari Rp600.000, Rp750.000, Rp816.000, Rp827.000, hingga Rp975.000 sesuai dengan komponen penerima manfaat.
Terdapat 40 kabupaten/kota dengan kuota penyaluran Bank Mandiri terbesar di atas 10.000 KPM, di antaranya Kabupaten Bogor, Brebes, Garut, Jember, Sumenep, Kebumen, Cilacap, Sleman, Bone, hingga Pesisir Selatan.
Di sisi lain, pembaruan data pada sistem SIKS-NG juga menunjukkan adanya status penangguhan bagi sejumlah penerima lama.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Belum Cair Merata, Ini Arti Status SI di SIKS-NG
Faktor penyebabnya meliputi indikasi transaksi game online terlarang/penyalahgunaan peruntukan dana berdasarkan data PPATK, kenaikan status taraf ekonomi (graduasi mandiri), hingga data KPM utama yang meninggal dunia namun belum diperbarui dalam Kartu Keluarga.
KPM yang merasa tidak melanggar ketentuan dapat mengajukan berita acara sanggahan resmi melalui operator SIKS-NG desa/kelurahan dengan melampirkan foto rumah geotagging.
Kemensos mengimbau seluruh penerima manfaat yang bantuannya telah terisi untuk segera melakukan transaksi penarikan maksimal 30 hari agar saldo tidak ditarik kembali ke kas negara.
Baca Juga: Penanaman Cabai Jawa Digelar di Bogor, Kolaborasi Kampus dan Petani Dorong Ekonomi Desa
KPM juga disarankan aktif memanfaatkan layanan mobile banking dari bank penyalur masing-masing guna memantau saldo secara praktis dan berkala.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Info Bansos