RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan pangan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih menjadi perhatian masyarakat.
Banyak KPM yang menunggu informasi terbaru mengenai pencairan bansos BPNT, terutama mereka yang statusnya masih dalam proses validasi.
Dilansir dari kanal YouTube ANAMOVIE, bantuan sosial reguler seperti BPNT diprioritaskan bagi masyarakat yang berada dalam kelompok desil 1 sampai dengan desil 4.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Masih Disalurkan, Cek Status KPM, Desil Ini Jadi Prioritas
Kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah menjadi prioritas awal.
Sementara itu, masyarakat yang berada pada desil lebih tinggi berpotensi tidak lagi masuk dalam penerima bansos reguler.
Hal tersebut berkaitan dengan proses pemutakhiran data dan penentuan prioritas penerima bantuan.
Baca Juga: Hendak Ambil Bola, Bocah 9 Tahun di Ciomas Bogor Malah Terperosok ke Sumur Sedalam 10 Meter
Selain masalah desil, validasi data juga menjadi faktor penting.
Data penerima harus sesuai antara data kependudukan dan sistem pemerintah.
Kesalahan sederhana seperti perbedaan nama, tempat lahir atau tanggal lahir dapat menyebabkan data harus diperbaiki dan diverifikasi kembali.
Baca Juga: Dari Parung Panjang Bogor, Anyaman Bambu Tampil di Jambore Nasional
Akibatnya, proses bantuan bisa menjadi lebih lama.
KPM yang mengalami kondisi tersebut dapat menghubungi pendamping sosial atau perangkat desa untuk memastikan apakah datanya sudah diperbaiki dan masuk dalam proses validasi.
Penyaluran BPNT sendiri dapat dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah, termasuk melalui KKS untuk KPM yang telah mendapatkan kartu tersebut.
Baca Juga: Fakta Penghasilan Driver Ojol di Kota Bogor yang Banyak Diisukan Meningkat 3 Kali Lipat
Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi pencairan yang belum memiliki dasar resmi.
Jadwal pencairan dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya karena kesiapan data dan proses penyaluran.
Oleh karena itu, KPM sebaiknya rutin memantau status bantuan melalui kanal resmi dan memastikan data kependudukan tetap sesuai.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : YouTube @ANAMOVIE