RADAR BOGOR - Selain PKH dan BPNT, penyaluran bantuan sosial atau bansos hingga akhir Agustus 2026 juga mencakup beberapa jenis bantuan lain dari sektor pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.
Berikut rangkuman beberapa bantuan yang dijadwalkan cair beruntun hingga tanggal 31 Agustus mendatang, dilansir dari YouTube Info Bansos.
Bantuan pertama datang dari sektor pendidikan, yaitu Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Alokasi bantuan PIP bulan Agustus ini cair dengan nominal maksimal mencapai Rp1.800.000 per siswa untuk tingkat SMA, SMK, atau sederajat, khususnya bagi siswa kelas 7 atau siswa baru.
Baca Juga: PKH dan BPNT Cair Multitahap, Sejumlah KPM Terima Saldo hingga Rp4,2 Juta, Ini Penjelasannya
Mayoritas penerima PIP berasal dari keluarga yang juga terdaftar sebagai penerima PKH dan BPNT pada kategori desil 1 hingga 4.
Jika diakumulasikan, satu keluarga penerima PKH dengan rapel sekitar Rp2.400.000, ditambah BPNT Rp600.000, dan PIP anak sekolah Rp1.800.000, maka total saldo bantuan tunai yang diterima keluarga tersebut pada bulan Agustus ini bisa menembus angka Rp4.800.000.
Selain PIP, ada pula Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Pada bulan Agustus ini, agenda utamanya meliputi pengusulan pencairan dana bagi mahasiswa aktif atau ongoing di semester ganjil oleh pihak perguruan tinggi, serta pendaftaran jalur mandiri yang masih dibuka hingga 31 Oktober 2026.
Baca Juga: Status Bansos Masih April-Juni 2026? Ini Penyebab dan Solusi dari Pendamping PKH
Proses pencairan dilakukan secara bertahap oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi langsung ke rekening mahasiswa, dengan nominal bantuan biaya hidup berkisar antara Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan, yang biasanya dibayarkan sekaligus per semester sehingga totalnya berkisar Rp4.800.000 hingga Rp8.400.000.
Bantuan berikutnya adalah Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial, yang disalurkan bersamaan dengan pencairan bansos tahap ketiga periode Juli hingga September.
Program ini bertujuan mendorong KPM melakukan graduasi mandiri melalui pemberian stimulan modal usaha produktif atau sarana penunjang kegiatan ekonomi bernilai hingga Rp5 juta, berupa alat kerja atau bahan baku usaha.
Sasaran utama program ini adalah KPM PKH atau BPNT yang mendekati masa graduasi atau dinilai sudah siap mandiri secara ekonomi, serta warga prasejahtera yang memiliki rintisan usaha.
Baca Juga: Status Bansos Sudah Berubah Tapi Tahap 3 Belum Cair? Ini Penjelasan dari Pendamping PKH
Terakhir, ada bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan, dengan penyaluran masing-masing 10 kilogram per bulan yang dilakukan secara bertahap atau rapel di berbagai daerah.
Penyaluran bantuan beras ini dilakukan melalui kantor desa, kelurahan, atau titik distribusi PT Pos Indonesia, dan cukup efektif membantu menekan pengeluaran belanja beras bulanan keluarga penerima manfaat.
Bagi KPM maupun mahasiswa penerima berbagai jenis bantuan di atas, disarankan untuk memanfaatkan dana yang diterima secara bijak, baik untuk kebutuhan pendidikan, kebutuhan pokok keluarga, maupun modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi ke depannya.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Info Bansos