RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 3 masih berlanjut, termasuk bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengalami perubahan data setelah proses validasi. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah KPM validasi yang sebelumnya hanya menerima BPNT, tetapi kemudian tercatat sebagai penerima PKH. Jika beberapa komponen bantuan diterima bersamaan, total pencairan dapat menjadi lebih besar.
1. KPM Validasi Berpeluang Mendapat Tambahan Bantuan
Dilansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Minggu, 30 Agustus 2026, KPM yang sebelumnya hanya menerima satu jenis bantuan, seperti BPNT sebesar Rp600.000, dapat mengalami perubahan setelah proses validasi. Dalam kondisi tertentu, komponen PKH kemudian muncul dalam data penerima.
Baca Juga: Teatrikal Katar GSE 2 Desa Cinangka Ciampea Bogor Tutup Rangkaian Acara Puncak Kegiatan HUT RI
Jika KPM memiliki beberapa komponen PKH dan sekaligus menerima BPNT, total bantuan yang masuk dapat mencapai sekitar Rp1.325.000 hingga Rp1,5 juta. Namun, nominal tersebut bukan jumlah yang diterima semua KPM karena besaran bantuan bergantung pada komponen dan status masing-masing penerima.
2. Status SIKS-NG Sudah Mengalami Pembaruan
Data KPM validasi tahap ketiga disebut sudah mulai muncul dalam sistem SIKS-NG. Sebagian penerima bahkan telah mencapai status SPM (Surat Perintah Membayar).
“Data sejumlah KPM yang kembali masuk proses validasi tahap 3 kini mulai muncul, dengan sebagian di antaranya telah mencapai status SPM di SIKS-NG,” ujar narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Baca Juga: Memasuki September 2026, 4 Bansos Reguler dan 1 Bantuan Tambahan Siap Disalurkan
Status SPM menunjukkan proses administrasi sudah berjalan, tetapi belum berarti saldo sudah cair. Setelah SPM masih ada tahapan SI atau Standing Instruction. Jika tahapan tersebut selesai, dana selanjutnya dapat disalurkan ke rekening atau KKS melalui bank penyalur.
3. Pencairan Diperkirakan Berlanjut September
Untuk KPM yang datanya sudah masuk dalam proses validasi dan memenuhi tahapan penyaluran, pencairan lanjutan diperkirakan berlangsung pada September 2026.
Proses pencairan berlangsung bertahap sesuai kesiapan masing-masing bank, termasuk BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BSI. Karena proses antarbank dan wilayah dapat berbeda, waktu masuknya saldo tidak selalu bersamaan.
Baca Juga: Rincian Lengkap Nominal Bansos PKH dan PIP September 2026, Ada yang Tembus Rp1,8 Juta
4. Cara Mengecek Apakah Ada Tambahan Bantuan
KPM dapat memantau perubahan data melalui beberapa cara:
- Aplikasi Cek Bansos: periksa status penerimaan dan periode salur. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah munculnya keterangan “Ya” dengan periode Juli, Agustus, dan September.
- Situs Cek Bansos: lihat apakah terdapat perubahan atau penambahan jenis bantuan yang sebelumnya tidak tercatat.
- Mutasi rekening/KKS: pantau saldo secara berkala untuk mengetahui apakah dana sudah benar-benar masuk.
Perubahan jenis bantuan pada aplikasi belum otomatis berarti dana telah cair. Pencairan tetap menunggu seluruh tahapan administrasi selesai.
Baca Juga: Marc Klok Tegaskan Target Persib Lawan Manila Digger
5. Rp1,5 Juta Bukan Nominal Pasti Semua KPM
Nominal hingga Rp1,5 juta dapat muncul pada KPM tertentu karena adanya beberapa komponen bantuan yang diterima bersamaan. Misalnya, BPNT ditambah PKH dengan komponen tertentu.
Karena itu, KPM tidak perlu menyamakan nominal pencairannya dengan penerima lain. Besaran bantuan ditentukan berdasarkan komponen PKH, status BPNT, hasil validasi, serta data penerima yang tercatat dalam sistem.
Pada akhirnya, status SPM merupakan tanda bahwa proses sudah berjalan, bukan jaminan saldo langsung masuk.
Baca Juga: KPK Bidik Dua Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor, 3 Kantor Dinas Digeledah
KPM yang mengalami penambahan bantuan sebaiknya memantau SIKS-NG, Cek Bansos, dan saldo KKS secara berkala sambil menunggu proses penyaluran berikutnya.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Cek Bansos