RADAR BOGOR - Bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sempat mengalami exclude atau tidak bisa cair bansos atau bantuan sosialnya pada tahap ketiga akibat kenaikan desil, kini ada kabar baik yang perlu diketahui.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, data yang sebelumnya terexclude tersebut dilaporkan sudah dimutakhirkan dan diperbarui oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Penyebab KPM Terexclude di Tahap Ketiga
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Alasan Penerima PKH BPNT Harus Jaga KTP dan KK Baik-Baik
Banyak KPM yang pada awal tahap ketiga mengalami kenaikan desil menjadi desil 5 hingga 10 sehingga bantuan sosialnya tidak dapat tercairkan.
Kondisi ini membuat status di aplikasi Cek Bansos masih tertahan pada periode April, Mei, dan Juni, dengan keterangan desil yang naik akibat exclude.
Berdasarkan data terbaru, tercatat ada sekitar 438.000 KPM yang mengalami exclude pada periode tersebut.
Kondisi ini membuat bantuan sosial yang seharusnya diterima menjadi tertunda karena status kesejahteraan yang tercatat dalam sistem dianggap sudah meningkat.
Baca Juga: Penyebab Bansos PKH BPNT Tidak Cair di Tahap 3 2026, Ini Penjelasannya
Data Sudah Dimutakhirkan, Desil Berangsur Turun
Setelah dilakukan pemutakhiran data oleh BPS dan Kementerian Sosial, banyak KPM yang sebelumnya tercatat naik desil kini berangsur-angsur mengalami penurunan desil kembali.
Perubahan ini membawa dampak positif karena status bansos yang sebelumnya tidak aktif kini kembali terdaftar sebagai penerima yang aktif untuk periode triwulan ketiga, yaitu Juli, Agustus, dan September.
Lebih menggembirakan lagi, data pembayaran untuk KPM yang desilnya sudah turun ini juga mulai kembali diproses oleh pihak bank penyalur di berbagai wilayah.
Baca Juga: Update DTKS: Ini Langkah Setelah Desil PKH Berhasil Turun Agar Bansos Bisa Cair
Beberapa daerah bahkan sudah melaporkan progres berupa keberhasilan cetak rekening hingga status Surat Perintah Membayar (SPM), yang artinya proses pencairan bantuan tinggal menunggu waktu.
Perlu dipahami bahwa proses exclude akibat kenaikan desil ini berbeda dengan exclude yang disebabkan oleh indikasi penyalahgunaan bansos, seperti penggunaan dana untuk game online terlarang. Keduanya memiliki mekanisme dan proses pemulihan yang berbeda.
Bagi KPM yang mengalami kondisi serupa, disarankan untuk terus memantau status bansos secara berkala melalui aplikasi atau website Cek Bansos, sembari menunggu proses pembaruan data bayar rampung dilakukan oleh bank penyalur di masing-masing wilayah.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Cek Bansos