RADAR BOGOR - Perkembangan pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT pada September 2026 kembali menunjukkan pergerakan. Berdasarkan pemantauan data per 2 September 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melihat perubahan status pada SIKS-NG, termasuk keluarnya data bayar untuk kategori PKH Validasi dan BPNT Validasi.
Dilansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Senin, 7 September 2026, keluarnya data bayar menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses penyaluran. Nominal yang muncul juga berbeda-beda sesuai komponen bantuan yang dimiliki masing-masing KPM. Dalam pengecekan, terdapat nominal Rp600.000, Rp975.000, Rp1.000.000 hingga Rp1.100.000.
Baca Juga: Persib Kalahkan PSM Makassar 3-1, Igor Tolic Ucapkan Terima Kasih ke Bobotoh
PKH Validasi dan BPNT Validasi
KPM yang masuk kategori PKH Validasi dilaporkan sudah mendapati data bayarnya keluar di SIKS-NG. Kelompok ini berpotensi menerima PKH sekaligus BPNT pada proses berikutnya apabila seluruh tahapan dan persyaratan telah terpenuhi.
Hal serupa berlaku bagi KPM PKH murni yang mendapatkan BPNT Validasi. Meski demikian, data bayar belum berarti dana sudah masuk ke rekening. KPM tetap perlu menunggu proses berikutnya sampai penyaluran benar-benar dilakukan.
KKS Baru Terbitan April-Juni 2026
Status KKS baru yang diterbitkan pada April, Mei, dan Juni 2026 masih berbeda antarwilayah dan bank penyalur. Sebagian data telah mencapai SPM atau Surat Perintah Membayar, sementara beberapa lainnya bahkan sudah berstatus SI atau Standing Instruction.
Baca Juga: Damkar Kabupaten Bogor Kembali Turun ke Jalan Tangani Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Sebagai contoh, KKS terbitan April melalui Bank Mandiri dilaporkan telah mencapai status SI pada pengecekan September 2026. Perbedaan status ini menunjukkan bahwa proses pencairan tidak selalu berjalan serentak untuk seluruh KPM.
KPM yang Sebelumnya Tereksklusi
KPM yang sebelumnya tidak menerima bantuan akibat perubahan desil juga perlu kembali mengecek status datanya. Sebagian KPM dilaporkan mengalami penurunan desil pada tahap ketiga sehingga kembali memiliki peluang untuk diproses.
Dalam SIKS-NG, kelompok ini terlihat berada pada tahap verifikasi rekening. Beberapa data bahkan sudah menunjukkan status berhasil cek rekening.
Baca Juga: Ini 5 Langkah Lindungi Anak dari Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau
“KPM yang sebelumnya sempat tereksklusi (tidak cair) akibat kenaikan desil pada tahap-tahap sebelumnya, kini mendapati desilnya kembali turun pada tahap ketiga ini,” jelas narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa proses bantuan masih dapat berlanjut, meskipun belum bisa diartikan sebagai kepastian pencairan.
Status SI dan Perkiraan Pencairan
KPM yang sudah mencapai status SI berada pada tahapan yang lebih dekat dengan proses transfer. Estimasi waktu penyaluran disebut sekitar 3 sampai 7 hari, tetapi waktu sebenarnya dapat berbeda tergantung proses bank dan rekening penerima.
Baca Juga: IPB University dan Universitas Pakuan Gelar Konferensi Internasional Komunikasi Pembangunan di Bogor
Bank penyalur yang terlibat meliputi BRI, Mandiri, BNI, dan BSI. Komponen PKH yang sebelumnya mengalami gagal cek rekening juga dilaporkan mulai bergerak, bahkan sebagian sudah mencapai status SI.
Karena proses dilakukan secara bertahap, KPM sebaiknya tidak menyamakan status dengan penerima lainnya. Perubahan dari verifikasi rekening, SPM hingga SI tetap perlu dipantau sampai saldo bantuan benar-benar masuk ke rekening atau KKS.
Dengan adanya pergerakan data bayar dan status SIKS-NG tersebut, KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan, mengalami perubahan desil, atau sempat gagal cek rekening masih perlu memeriksa perkembangan terbaru datanya secara berkala.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Cek Bansos