Kisah Pak Timbul, Tukang Becak Motor di Kulon Progo yang Berhasil Naik ke Desil 3 Usai Pemutakhiran

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi pemuktahiran data dan pengelompokan status desil (YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi pemuktahiran data dan pengelompokan status desil (YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terus dilakukan pemerintah membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.

Menteri Sosial (Mensos) Gus Ipul bersama jajarannya membagikan salah satu contoh keberhasilan pemutakhiran data yang dialami oleh seorang warga bernama Pak Timbul, pemilik becak motor di Kulon Progo.

Kasus ini bermula ketika ditemukan bahwa data Pak Timbul belum termutakhirkan dengan baik dalam sistem.

Setelah yang bersangkutan melakukan pembaruan data melalui kanal Cek DTSEN, Badan Pusat Statistik (BPS) setempat kemudian melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap data tersebut.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul: Data DTSEN Belum Sempurna, Masih Ada Error yang Terus Diperbaiki

"Sekarang Pak Timbul, yang merupakan notabene pemilik becak motor di Kulon Progo, setelah beliau melakukan pemutakhiran data dan BPS setempat melakukan verifikasi dan validasi, saat ini dengan data mutakhir Pak Timbul sudah masuk ke desil 3," jelas pihak Kementerian Sosial.

Proses Integrasi Data Butuh Waktu Berbulan-bulan

Sebelum masuk ke tahap pemutakhiran berkelanjutan, proses integrasi data yang sebelumnya tercecer dan memiliki referensi berbeda-beda memerlukan waktu yang cukup panjang. Proses ini dimulai sejak terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.

Baca Juga: Desil Kosong akibat KK Baru? Ini Solusi Sementara dari Pendamping PKH

"Proses integrasinya saja memakan waktu berbulan-bulan karena kita harus melihat, merapikan, jangan sampai ada double counting dalam satu database. Kemudian yang sudah meninggal kita pastikan dibersihkan, tidak ada dalam database tersebut. Kemudian yang lahir pada tahun lalu dan tahun ini kami pastikan dia juga masuk di dalam database tersebut," jelas pihak Kemensos.

Setelah proses integrasi tersebut rampung, saat ini fokus utama beralih pada proses pemutakhiran data secara terus-menerus guna mencapai penyempurnaan DTSEN.

Lebih dari 30 Juta Data Sudah Dirapikan

Baca Juga: Penyebab Baru PKH dan BPNT Tidak Cair, Ternyata Bukan Game Online Terlarang Online atau PLN

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 juta data telah berhasil dirapikan dan dimutakhirkan, dengan proses penyempurnaan yang terus dilakukan oleh BPS secara berkelanjutan.

"Saat ini kami sudah merapikan dan memutakhirkan lebih dari 30 juta record dan proses penyempurnaan terus dilakukan oleh BPS," ungkapnya.

Salah satu upaya tambahan yang akan dimanfaatkan untuk memutakhirkan data ke depannya adalah hasil dari Sensus Ekonomi 2026, mengingat sensus tersebut merupakan pendataan yang bersifat menyeluruh.

Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Lanjut, Ada PKH Validasi Cair hingga Rp1,5 Juta

Data Manusia Tidak Pernah 100 Persen Akurat

Meski proses pemutakhiran terus dilakukan, pihak Kemensos mengingatkan bahwa data kependudukan pada dasarnya tidak akan pernah mencapai akurasi sempurna secara permanen, mengingat kondisi masyarakat yang terus berubah dari waktu ke waktu.

"Namanya ini data manusia, tidak pernah ada menuju akurat 100 persen, karena setiap saat ada orang yang meninggal, setiap saat ada orang yang lahir, setiap saat ada orang yang berubah status, yang tadinya punya pekerjaan menjadi tidak punya pekerjaan. Setiap saat ada bencana yang mungkin bisa mengubah status masyarakat tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Bansos Beras Berlanjut hingga Akhir 2026, Airlangga Hartarto: Arahan Presiden

Kanal Pemutakhiran Data Terbuka Luas bagi Masyarakat

Sebagai penutup, pihak Kemensos menegaskan bahwa ruang untuk melakukan pemutakhiran data terbuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa datanya belum sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

"Ini untuk membuktikan kepada kita semua, ruang untuk melakukan pemutakhiran ini kami buka seluas-luasnya. Pemerintah dan BPS juga terus berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan sampai nanti kita betul-betul mendapatkan database yang betul sempurna," pungkasnya.

Masyarakat yang merasa datanya belum sesuai dapat melakukan pembaruan melalui kanal Cek DTSEN maupun berkoordinasi dengan BPS setempat untuk proses verifikasi dan validasi lebih lanjut.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Arfan Saputra Channel
Pak Timbul pembaruan data Pemuktahiran Data gus ipul DTSEN