RADAR BOGOR - Laporan pencairan bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) susulan dan Program Keluarga Harapan (PKH) Validasi Sistem, terus membanjiri berbagai wilayah Indonesia per 14-15 September 2026.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos yang sempat pesimis karena kartu KKS-nya tidak pernah terisi saldo selama 3 hingga 5 tahun, kini melaporkan adanya saldo masuk hingga Rp1,2 juta setelah adanya pembenahan data oleh pendamping sosial.
Berdasarkan unggahan transaksi resmi dari para KPM di berbagai daerah, berikut adalah rincian saldo bansos yang berhasil ditarik:
Baca Juga: SMKN 4 Bogor Bikin Pengaman Motor Berbasis RFID
• BPNT Susulan Tahap 3 Cair Rp600.000 (KKS Lama BRI, BNI, Mandiri)
• PKH Validasi Sistem Cair Rp225.000 s.d. Rp600.000 (Sesuai Komponen)
Kombinasi PKH + BPNT Cair Rp1.200.000 (Tarik Tunai KKS BRI)
• Lombok Tengah Bank BRI Rp600.000 KKS lama tidak cair hampir 5 tahun, sukses cair setelah diperbaiki pendamping.
• Cianjur Bank BRI Rp600.000 Pencairan PKH Validasi Sistem (KKS lama).
Baca Juga: Update 5 Bansos Cair Hari Ini: PKH BPNT Tahap 3 Termin 2 hingga BLT Dana Desa
• Grobogan dan Cirebon Bank BNI Rp600.000 BPNT susulan Tahap 3 (KKS terbitan 2018 & 2020).
• Jakarta Bank BNI/BRI Rp600.000 KPM tidak cair 3 tahun, kini sudah 2 kali mencairkan bantuan.
• Jawa Timur Bank Mandiri/BRI Rp225.000 dan Rp1.200.000 Komponen SD (Rp225 ribu) dan pencairan ganda PKH + BPNT.
Fenomena "KKS mati" yang mendadak terisi saldo kembali membuktikan status kepesertaan bansos tidak permanen.
Jika Anda memegang kartu KKS lama yang tak kunjung cair, lakukan langkah-langkah berikut:
• Koordinasi dengan Pendamping Sosial: Hubungi pendamping PKH atau operator desa untuk mengecek status NIK Anda di aplikasi SIKS-NG.
Baca Juga: Adhigana Resto Bandung, Rekomendasi Seafood Bakaran Smoky dan Gurih Dekat Gedung Sate
• Cek Posisi Desil Data: Pastikan kondisi ekonomi keluarga Anda tercatat pada kelompok Desil 1 hingga Desil 4 dalam basis data kependudukan nasional.
• Perbaikan Data Padan: Masalah seperti perbedaan ejaan nama di KTP, KK, dan rekening bank sering kali menjadi pemicu utama saldo tertahan (gagal graduasi/top up).
Bagi KPM bansos yang merasa masuk dalam kriteria desil rendah, jangan ragu untuk melakukan cek saldo secara berkala di ATM Himbara terdekat atau agen bank resmi (seperti Agen BRILink atau BNI Agen 46).***
Editor : Mutia Tresna SyabaniaSumber : YouTube Arfan Saputra Channel