Kisah Sukses Penurunan Desil, Kini Berstatus SPM dan Berpeluang Terima Bansos Lagi

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi desil KPM (Instagram Pusdatin Kesos)
Ilustrasi desil KPM (Instagram Pusdatin Kesos)

RADAR BOGOR - Bagi masyarakat yang sudah berusaha menurunkan desil namun belum kunjung berhasil, ada baiknya menyimak kisah nyata yang dibagikan oleh Achmad Haris Efendy selaku pendamping PKH.

Ia membagikan pengalaman pendampingannya terhadap sebuah keluarga yang berhasil melakukan penurunan desil, hingga kini statusnya sudah menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar, yang menandakan keluarga tersebut berpotensi kembali menerima bansos.

Berikut ini kisah penurunan desil bansos yang dilakukan Pendamping PKH Ahmad Haris Efendy yang dibagikan dalam YouTube Ach Haris Efendy.

Baca Juga: Bansos BPNT Rp600 Ribu dan PKH Rp1,35 Juta Mulai Masuk KKS

Awal Mula Kendala Desil Tinggi

Menurut penuturan Achmad Haris Efendy, kasus ini bermula dari sebuah keluarga yang sebelumnya merupakan penerima bansos PKH dan BPNT.

Namun pada tahun 2026, bantuan tersebut tidak dapat cair karena adanya aturan baru yang menetapkan penerima PKH dan BPNT harus berada pada desil 1 sampai desil 4, sementara penerima BPJS Kesehatan gratis atau PBI maksimal berada di desil 5.

"Keluarga ini yang bersangkutan tercatat pada sistem SIKS-nya itu adalah desil 7," ujar Achmad Haris Efendy.

Baca Juga: KPM Validasi Mulai Diproses, Bansos PKH BPNT Tahap 3 Masih Terus Dicairkan

Akibat tercatat pada desil 7 dalam sistem DTSEN, bantuan PKH dan BPNT keluarga tersebut tidak bisa cair pada tahun 2026, meskipun kondisi ekonomi keluarga tersebut sebenarnya tergolong prasejahtera.

Proses Verifikasi Lapangan

Setelah keluarga tersebut berkonsultasi baik ke pendamping maupun ke pihak desa atau kelurahan, Achmad Haris Efendy bersama pihak terkait melakukan cross check atau verifikasi langsung ke lapangan.

"Dari RT setempat, dari pendamping, dari desa atau kelurahan setempat itu sepakat untuk melakukan perbaikan data karena memang di lapangan ditemukannya bersangkutan ini memang prasejahtera," jelasnya.

Baca Juga: KPM Baru Bisa Dapat Bansos Dobel, Cek PKH dan BPNT di KKS

Ia menambahkan bahwa kondisi keluarga tersebut seharusnya masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 4, namun karena data yang tercatat pada DTSEN menunjukkan desil 7, proses perbaikan data pun mulai dilakukan.

Proses Perbaikan Data hingga Berhasil

Proses upaya perbaikan desil ini dilakukan sejak bulan Juni dan Juli, dan membuahkan hasil pada bulan Agustus. Achmad Haris Efendy mengungkapkan bahwa desil keluarga tersebut akhirnya berhasil turun menjadi desil 4.

"Alhamdulillah pada bulan Agustus ini ternyata desilnya sudah turun menjadi empat. Dan kabar baiknya lagi, ternyata di sana sudah tertera SPM," ungkapnya.

Baca Juga: PKH Rp975 Ribu Masuk KKS Lama, Bansos BPNT Rp600 Ribu Juga Cair

Ia menjelaskan bahwa jika status SPM sudah muncul beserta nominal bansos yang tertera, kemungkinan besar keluarga tersebut akan kembali menerima bansos PKH maupun BPNT pada tahap berikutnya.

Harapan bagi Keluarga dengan Desil Tidak Sesuai

Achmad Haris Efendy berharap kisah ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat lain yang mengalami ketidaksesuaian desil dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

Ia menekankan pentingnya tetap berusaha melakukan perbaikan data, karena penentuan desil sepenuhnya menjadi wewenang Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan data yang dihimpun, dan terkadang data tersebut belum lengkap sehingga hasil desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dengan memperbaiki data desil sesuai kondisi ekonomi yang sebenarnya, diharapkan keluarga yang memang tergolong prasejahtera bisa kembali mendapatkan hak bansos yang seharusnya mereka terima, baik berupa PKH, BPNT, maupun PBI JK.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
spm Desil bansos penurunan desil