Jangan Abaikan 3 Hal Ini agar Bansos PKH BPNT Tetap Lancar

Ira Yulia Erfina • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos PKH BPNT kepada KPM beberapa waktu lalu (Instagram @dinsoskotasurabaya)
Ilustrasi penyaluran bansos PKH BPNT kepada KPM beberapa waktu lalu (Instagram @dinsoskotasurabaya)

RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dapat terkendala apabila data penerima tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu menjaga keamanan identitas, menghindari aktivitas game online terlarang, serta memperhatikan daya listrik yang tercatat atas nama keluarga.

Ketiga hal tersebut berkaitan dengan data dan indikator kesejahteraan yang dapat memengaruhi penilaian kelayakan penerima bansos. Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari kanal Youtube Ach Haris Efendy pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Baca Juga: Sering Nyetir saat Cuaca Panas? Jangan Abaikan 6 Hal Penting Ini

1. Jaga KTP dan Kartu Keluarga

KPM perlu menjaga KTP dan Kartu Keluarga (KK) seluruh anggota keluarga agar tidak dipinjam atau disalahgunakan orang lain. Identitas yang digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya untuk membeli aset, kendaraan, mengajukan pinjaman online, atau mendaftarkan layanan tertentu dapat menimbulkan ketidaksesuaian data.

Aktivitas tersebut berpotensi memengaruhi penilaian kesejahteraan atau desil keluarga sehingga kelayakan menerima PKH dan BPNT dapat terdampak. Jika ditemukan data yang tidak sesuai, KPM perlu mengupayakan pemeriksaan dan pembaruan melalui saluran resmi.

Baca Juga: Lapak Dibongkar, Jenal Nego Harga Sewa Pasar untuk PKL MA Salmun Kota Bogor

2. Hindari Game Online Terlarang

Pemeriksaan terkait game online terlarang pernah menemukan keterlibatan sejumlah penerima bansos maupun anggota keluarganya. Aktivitas tersebut berpotensi memengaruhi keberlanjutan bantuan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

KPM perlu memastikan rekening keluarga tidak digunakan untuk transaksi terlarang, termasuk oleh pihak lain. Jika bantuan terhenti atau status kepesertaan berubah, penerima sebaiknya memeriksa penyebabnya melalui saluran resmi.

Baca Juga: Duel Sengit Bayern Munchen vs Arsenal Berakhir 2-2, Statistik Ungkap Fakta Menarik

3. Perhatikan Daya Listrik Rumah Tangga

Daya listrik, terutama di atas 2.200 VA, dapat menjadi salah satu indikator dalam penilaian kondisi ekonomi keluarga. Masalah bisa muncul ketika identitas penerima bansos digunakan orang lain untuk memasang atau meningkatkan daya listrik, padahal penerima tinggal di rumah sederhana atau mengontrak.

Data sambungan listrik tersebut berpotensi memberikan gambaran berbeda mengenai kondisi ekonomi penerima dan memengaruhi hasil pemutakhiran data. Karena itu, KPM perlu memastikan sambungan listrik yang tercatat sesuai dengan keadaan sebenarnya serta mengurus koreksi jika ditemukan data yang tidak dikenal.

Baca Juga: Desil Bansos PKH BPNT Hilang pada 2026? Ini 3 Cara Memperbarui Data

Periksa Data jika Bansos Terkendala

Menjaga identitas, menghindari aktivitas game online terlarang, dan memastikan data daya listrik sesuai merupakan langkah yang perlu diperhatikan KPM. Namun, pencairan PKH dan BPNT juga bergantung pada hasil pemutakhiran data serta ketentuan program.

Jika bantuan belum cair atau status kepesertaan berubah, KPM perlu memeriksa informasi melalui saluran resmi untuk mengetahui penyebab kendalanya.***

Editor : Ira Yulia Erfina
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
bpnt bansos pkh pencairan bantuan sosial