Dapat Pesan BSU 2026? Waspadai 3 Tanda Bahaya Ini

Asep Suhendar • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi masyarakat dapat pesan pencairan BSU (Pexels/Jeshoots)
Ilustrasi masyarakat dapat pesan pencairan BSU (Pexels/Jeshoots)

RADAR BOGOR - Pemerintah dikabarkan telah mewacanakan akan kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) menjelang akhir tahun 2026. 

Jika berkaca pada tahun sebelumnya, BSU diberikan pemerintah kepada buruh atau pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta agar mereka bisa meningkatkan daya beli untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kendati demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika menerima pesan yang berisikan pencairan BSU karena tidak menutip kemungkinan berasal dari oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi. 

Dikutip dari akun Instagram @bakom.ri, pesan yang mengatasnamakan BSU belum tentu berasal dari pemerintah, meski menggunakan logo Kemnaker pada pesan tersebut. 

Baca Juga: Transfer Bansos PKH BPNT Akhir Oktober 2026, KKS Bank Ini Terima hingga Rp1,2 Juta

Kenali 3 Tanda Bahaya

Masyaraat harus mewaspadai tiga tanda bahaya berikut apabila menerima pesan yang berisikan BSU di media sosial mereka;

Ada Tautan yang Tidak Jelas

Pesan WhatsApp berantai atau DM yang mengarahkanmu pada situs yang belum terverifikasi harus segera diawapadai karena dinilai cukup berbahaya untuk data pribadi yang kamu miliki. 

Miminta Data Pribadi

Jika ada pesan yang meminta data pribadi seperti NIK KTP atau mengisi informasi sensitif juga harus segara diwaspadai karena bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 4 di SIKS-NG Diperbarui, KPM Bisa Cek 5 Tahapan Pencairan Ini

Mengijinkan Pencairan dengan Makanisme Tidak Jelas

Masyarakat juga harus waspada dengan pesan yang menjanjikan pencairan BSU dengan mekanisme yang tidak jelas, terlebih disertai dengan permintaan biaya.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : Instagram @bakom.ri
bantuan subsidi upah kemnaker BSU