CARINGIN-RADAR BOGOR, Kasus DBD atau Demam Berdarah Dengue (DBD ) terus menyerang warga Caringin. Terakhir, sebanyak 11 warga di Kampung Gunung Bongkok, Desa Pasir Buncir terjangkit DBD hingga dilarikan ke rumah sakit.
Ketua RT 04/03 Kampung Gunung Bongkok, Ucil mengatakan, kasus DBD di wilayahnya cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, ada sebelas warganya yang dirawat akibat DBD dalam waktu yang berdekatan.
"Kasus DBD kini serang sebelas orang, tetapi yang menunjukan gejala seperti panas-panas itu banyak, takutnya mengarah ke DBD," ungkapnya, Selasa (23/4).
Setelah mendapat laporan banyak dari warganya yang menderita DBD, dia langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan juga Puskesmas Caringin.
Penanganan pencegahan juga telah dilakukan Fogging di wilayah tersebut.
"Alhamdulillah saat ini sudah dilakukan fogging, minimal bisa mengurangi kasus DBD," harapnya.
Baca juga: Kota Bogor Masuk Empat Daerah Tertinggi Kasus DBD di Jabar, Jadi Sorotan Pj Gubernur
Sementara itu, Camat Caringin, Ramdan Firdaus menuturkan, kegiatan fogging telah dilakukan di sejumlah wilayah tugasnya. Namun demikian, dia menilai hal itu belum cukup dalam mencegah warga terkena DBD.
"Akan tetapi kesehatan lingkungan juga penting seperti gerakan membasmi jentik nyamuk lewat gerakan 3M plus," jelasnya.
Warga juga diimbau untuk menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk dan memelihara ikan yang memakan jentik nyamuk.
Sebelumnya, warga Desa Tangkil, Caringin terserang penyakit DBD. Dalam dua pekan terakhir, sebanyak 19 warga di wilayah tersebut terserang DBD hingga dilarikan ke rumah sakit.
Ketua RW 01 Kampung Pakopen, Asep Gamal Maliki menuturkan belasan warganya yang terkena DBD sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Para ketua RT, hingga kader sibuk membawa warga ke rumah sakit untuk mendapat penanganan.
"Sampai sekarang kasus DBD sudah serang 19 orang di RW 01, 13 orang dirawat, 6 orang tidak dirawat," ungkapnya, Senin (15/4).
Menurutnya, ketiga belas orang tersebut dirawat di RS Ummi Bogor, RSUD Ciawi hingga RS di Cicurug, Sukabumi. Warga sendiri sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan puskesmas terkait maraknya kasus DBD.(cok)
Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga