RADAR BOGOR, Penangkapan pria berinisial YS, yang mengaku pengawai KPK dan ‘memeras’ pejabat Pemkab Bogor mendapat perhatian warga Kabupaten Bogor.
Salah satunya, Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) yang kecewa kasus serupa terulang lagi.
Sebab, penipuan berkedok pegawai KPK kepada pejabat Pemkab Bogor bukan pertama kali saja.
‘’Saya menduga banyak masalah atau kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, sehingga pejabat Disdik mau saja memberikan uang Rp 300 juta,’’ kata Ketua PRB, M Johan Pakpahan.
Sekadar diketahui, KPK menangkap satu orang berinisial YS karena mengaku sebagai pegawai KPK dan melakukan pemerasan terhadap seorang ASN Pemkab Bogor.
Tim KPK menangkap YS di Rumah Makan Mang Kabayan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (25/7/2024) pukul 13.30 WIB.
Menurut Johan, dirinya menyangkan seorang Kabid di Disdik Kabupaten Bogor memberikan uang Rp 300 juta.
Dia menyoroti sumber uang Rp 300 juta tersebut dari mana sumbernya. Dia curiga uang Rp 300 juta bukan dari uang pribadi.
‘’Saya menduga jangan-jangan dana sebesar itu dari hasil ‘jual’ proyek APBD 2024. Terlebih baru saja dilelangkan 150 paket proyek pengadaan meubeler,’’ jelas Johan.
Dirinya meminta agar aparat penegak hukum memeriksa Kadisdik terkait sumber dana tersebut.
Dia juga mendesak agar Kadisdik berbenah diri agar tidak lagi berurusan dengan penegak hukum.
‘’Dalam kasus ini supaya jelas jangan teriak maling, padahal maling itu ada di sekitar lingkungan Disdik,’’ terang politisi PDI Perjuangan ini.
Sebelumnya, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu angkat bicara terkait kasus dugaan pemerasan oleh oknum anggota KPK gadungan, yang melibatkan ASN di lingkungan Pemkab Bogor.
"Sekarang masih di polres. Karena dari KPK dilimpahkan ke Polres, saya juga masih menunggu hasil pendalaman di Polres," ungkap Pj Bupati Bogor ketika ditemui wartawan di Gedung Serbaguna I, Jumat (26/7/2024).
Namun Asmawa menampik jika ada kepala dinas yang diamankan dari kasus pemerasan oleh oknum KPK tersebut.
"Sampai hari ini saya lihat kepala dinas lengkap semua. Sampe tadi rapat semua lengkap, kecuali ada yang minta izin, tapi setahu saya tidak dalam konteks," kilah Asmawa.(*/unt)
Editor : Alpin.